ADVERTISEMENT

Ulah Bejat Mahasiswa di Jogja Jual 2 Teman Wanita ke Pria Hidung Belang

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Mar 2022 16:41 WIB
Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom)
Foto ilustrasi perdagangan orang/prostitusi. (Fuad Hashim/detikcom)
Jakarta -

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menangkap seorang mahasiswa berinisial MR (27). Dia ditangkap karena menjadi muncikari dengan menjual dua wanita teman sendiri ke pria hidung belang.

"Jadi tindak pidana ini adalah perekrutan eksploitasi seseorang untuk dijadikan pelacur atau mempermudah orang lain melakukan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain dan menjadikannya sebagai pencaharian atau mengambil keuntungan dari pelacuran wanita tersebut," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto saat rilis kasus di Mapolda DIY, seperti dikutip dari detikJateng, Kamis (17/3/2022).

Yuli mengatakan kasus ini terungkap pada 2 Februari 2022. Saat itu, tim Unit Asusila Ditreskrimum Polda DIY melakukan razia di salah satu hotel daerah Kapanewon, Depok, Sleman. Dalam razia itu, polisi mengamankan tersangka dan dua perempuan yang dijualnya.

Saat diamankan, lanjut Yuli, tersangka tengah menjajakan dua perempuan kepada lelaki hidung belang. Tersangka menjual kedua korban secara online. Selain itu, diketahui bahwa kedua perempuan yang dijual itu merupakan teman tersangka.

"Jadi sebenarnya dua orang perempuan ini tidak semata-mata menjadi PSK. Tetapi yang bersangkutan juga bersahabatan dengan tersangka. Jadi mereka sudah saling kenal dan saling membutuhkan sehingga terjadi transaksi seperti itu. Korban satu mahasiswa, satu bukan mahasiswa, bukan pekerja," jelasnya.

Pelaku, kata Yuli, selain mencari pelanggan, mencarikan kamar hotel untuk kedua korban. Selanjutnya, dalam setiap transaksi, tersangka mendapatkan keuntungan dari kedua korban yang dijualnya.

Simak berita selengkapnya di sini.

Simak video 'Kata Pakar Sosiolog Soal Geliat Prostitusi Online via Aplikasi':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT