BSSN Beberkan Ancaman Siber, Banyak Akun Palsu Kaburkan Pikiran Warga

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 17 Mar 2022 13:07 WIB
Kepala BSSN Hinsa Siburian dalam rapat di Komisi I DPR soal anggaran 2022, kompleks parlemen, Kamis (26/8/2021).
Kepala BSSN Hinsa Siburian (Screenshot kanal YouTube Komisi I DPR)
Jakarta -

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkap sejumlah tren teknologi dan ancaman siber di Indonesia. Peluang ancaman itu terdiri dari budaya hingga konflik geopolitik.

Hal tersebut diungkap Kepala BSSN Hinsa Siburian dalam rapat dengar pendapat Komisi I DPR RI, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Pertama, Hinsa menjelaskan tren ancaman di bidang teknologi, seperti 5G hingga digital asset atau aset kripto. Peluang ancamannya insiden siber, DDos, hilangnya kesadaran situasional, hingga malware lintas platform.

Kedua, Hinsa membahas tren ekonomi yang didorong oleh perangkat mobile. Peluang ancamannya pencurian data pribadi, penggunaan infeksi malware, hingga phising.

Ketiga, tren pada bidang budaya, di mana menjadi ancaman baru di ruang siber. Setidaknya, kata Hinsa, dua hal yang perlu menjadi perhatian adalah unregistered activity dan unrecorded activity.

"Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa anonymous dan penutupan identitas sangat mudah dilakukan," kata Hinsa.

Hinsa menjelaskan saat ini banyak akun palsu yang mencoba mengaburkan pikiran warga. Hal itu berdampak terhadap protes sosial hingga penyebaran paham radikal.

"Dengan hal tersebut menjadi kerentanan dengan banyaknya informasi yang beredar tanpa ada kejelasan sumber atau banyaknya akun palsu yang mengaburkan dan mempengaruhi pikiran pengguna media sosial dan hal-hal seperti protes sosial, mempengaruhi kebijakan publik, penyalahgunaan dan penyebaran paham radikal dan ekstremis dari organisasi kriminal transnasional," ujarnya.

Terakhir adalah tren pada bidang geopolitik di mana kemampuan siber berperan sebagai elemen keunggulan secara geopolitik, sebagai contohnya konflik.

"Kita mengetahui seperti sekarang konflik Ukraina dan Rusia. Ini sebenarnya mereka sudah mulai beberapa waktu yang lalu sebelum dilaksanakan perang yang seperti saat ini terjadi," imbuhnya.

Lihat juga video 'Pakai Akun Palsu, Tiga Orang Ini Terciduk Tawarkan Perempuan Seksi':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/knv)