Perpustakaan Keliling Hibur Pengungsi Merapi

Perpustakaan Keliling Hibur Pengungsi Merapi

- detikNews
Jumat, 19 Mei 2006 18:02 WIB
Magelang - Puluhan anak kecil mengerumuni mobil Kijang warna putih di TPA (Tempat Pengungsian Akhir) Tanjung, Muntilan, Magelang, Jum'at (19/5/2006) sore. Mereka membolak-balik buku. Ada yang sambil bercanda, ada yang kelihatan serius. Demikian suasana perpustakaan keliling khusus pengungsi di Magelang. Kegiatan dadakan tersebut rupanya mendapat sambutan yang lumayan dari anak-anak. Sementara para orang tua hanya duduk-duduk, ngobrol, atau sekadar melihat kelakuan anak-anaknya. Sebagian anak pengungsi lainnya bermain bola, dan sebagian lagi menonton televisi yang ditaruh di dalam ruangan Balai Desa Tanjung. Meski berada di pengungsian, mereka beraktivitas seperti biasa. Mereka tetap bersekolah pada pagi hari dan mengaji di malam hari. "Bagus semua. Saya suka komik ini. Ceritanya bagus," kata Fitri (8) ketika ditanya detikcom soal buku kegemarannya. Di tangannya, siswi kelas III SD ini memegang sebuah komik Jepang yang dialihbahasakan. Di samping Fitri berderet anak kecil lain yang duduk di bawah pohon beringin. Semuanya memegang buku. Namun ada yang terlihat sekadar membolak-balik saja menikmati gambar. "Nggak, saya cuma senang lihat gambarnya," kata Widi (9). Begitu pengakuan anak Desa Kalibening, Kecamatan Dukun itu saat ditanya sedang baca buku apa. Buku-buku di perpustakaan keliling yang digelar Garda Bangsa Muntilan itu berasal dari Pemkab Magelang. Aneka buku seperti komik, menu masakan, hingga filsafat tersedia. Namun yang cukup memikat anak-anak, tentu saja, komik. Di dalam ruangan balai desa, terdapat data pengungsi dan bantuan yang telah diserahkan. Di dinding ruangan terpasang puluhan gambar hasil coretan anak-anak. Semua bergambar hewan. Hingga kini, TPA Tanjung ditempati 644 jiwa. Mereka berasal dari berbagai desa di Kecamatan Dukun dan Srumbung. Meski kondisi Merapi terbilang tenang beberapa hari terakhir, mereka tak beranjak dari pos pengungsian yang berjarak sekitar 6 km dari Muntilan itu. "Perpustakaan keliling ini ya hanya satu ini. Nggak tahu, apa mobil ini akan digilir ke pos pengungsian lain. Saat ini, saya hanya disuruh mengantarnya ke sini," kata relawan Garda Bangsa. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads