ADVERTISEMENT

Soroti Anggaran Belanja DKI Rp 80 T, KPK Wanti-wanti Celah Korupsi

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 17 Mar 2022 12:04 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

KPK mewanti-wanti Pemprov DKI terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp 80 triliun. Dia mengatakan KPK telah memetakan celah-celah terjadinya korupsi di lingkungan pejabat ASN

"Nah pada kesempatan pagi ini kami menggandeng Pak Gubernur dan Wagub dan seluruh jajaran Wakil Pemprov DKI Jakarta untuk membangun nilai-nilai integritas berbasis keluarga," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Kantor Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2022).

"Di Jakarta, anggaran pengadaan barang dan jasa itu sangat tinggi, karena dari APBD DKI saja sekitar Rp 80-an triliun," sambung Alex.

Alex menyatakan banyaknya kegiatan pengadaan barang dan jasa perlu diawasi ketat oleh Pemprov DKI. Terkait celah suap jual-beli jabatan, Alex juga mengingatkan tindakan tersebut masih ditemukan di banyak daerah.

"Taruhlah pengadaan barang dan jasa berapa, banyak kegiatan itu yang perlu menjadi perhatian bagi Pemprov DKI melakukan pengawasan ketat terkait pengadaan barang dan jasa. Kalau jual-beli jabatan mungkin terbuka di Pemprov DKI, tapi di banyak daerah jual-beli jabatan masih ditemukan," ungkap dia.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Alex menuturkan budaya integritas harus dibangun dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Contohnya, harus ada upaya kerjasama antara suami dan istri.

"Yang jelas, penghasilan atau gaji ASN Pemprov DKI saya kira pasti semua lewat transfer, artinya, transferan kan. Istri atau pasangan harus tahu berapa sih penghasilan yang diterima suami atau istri saya di Pemprov DKI. Transparan saja, namanya keluarga kan harus terbuka," jelasnya.

Dia berharap nantinya para ASN Pemprov DKI bisa menjadi role model keluarga integritas. Kemudian, dia juga berharap jajaran staf ASN Pemprov DKI dapat menanamkan nilai integritas.

"Ketika di dalam keluarga mereka sudah dijunjung nilai-nilai integritas maka kehidupan mereka harmonis tentu kita berharap kehidupan di dalam keluarga itu terbawa dalam kehidupan di lingkungan kerja mereka sehingga lingkungan kerja juga menjadi wilayah yang berintegritas bebas dari korupsi," ungkapnya.

"Itu harapan kami terkait program mereka pagi ini ya membangun nilai integritas berbasis keluarga," sambungnya.

Simak juga '11-12 Vonis Koruptor Vs Maling Kelas Teri':

[Gambas:Video 20detik]



(ain/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT