Pemerintah SBY Antisipasi Wafatnya Pak Harto
Jumat, 19 Mei 2006 17:34 WIB
Jakarta - Kematian memang di tangan Tuhan. Tapi manusia berkewajiban untuk mempersiapkan segala kemungkinan. Seperti misalnya yang dilakukan pemerintah yang diam-diam mulai mempersiapkan segala sesuatunya apabila sewaktu-waktu mantan Presiden Soeharto tutup usia. Termasuk mempersiapkan pelaksanaan upacara kenegaraan."Presiden sudah panggil Panglima TNI, Menko Polhukam dan Menteri Agama, untuk kita bicarakan semua kemungkinan yang ada," kata Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/5/2006). Pernyataan Kalla guna menjawab pertanyaan wartawan tentang langkah yang akan diambil pemerintah bila suatu saat Soeharto kembali ke Rahmatullah mengigat kesehatannya yang terus merosot. Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng yang dikonfirmasi mengenai pernyataan tersebut, tidak memberi jawaban yang tegas. Namun ia membenarkan bahwa sepulang dari RSPP menjenguk kondisi Soeharto tadi pagi, Presiden SBY memanggil ketiga pejabat di atas ditambah Seskab Sudi Silalahi."Presiden minta masukan tentang kondisi terakhir (Soeharto) dan laporan sesuai porsi tugasnya masing-masing," jawabnya. Menurut Andi, Soeharto dalam kondisi sadar saat ditemui Presiden SBY, dan tampak ingin berkomunikasi dengan SBY. Sayang sulit dilakukan meski denganbantuan Mbak Tutut sebagai penterjemah sekalipun. "Presiden akhirnya lebih banyak berbicara dengan pihak keluarga dan tim dokter tentang kondisi Pak Harto. Tidak sempat bicarakan soal pengendapan, di sana cuma 20 menit," ujarnya.
(nrl/)











































