Menaker Minta KADIN Ikut Dukung & Kolaborasi Sukseskan Perhelatan G20

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 16 Mar 2022 21:34 WIB
Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meminta KADIN Indonesia ikut mendukung dan berkolaborasi untuk mensukseskan perhelatan G20 di tahun 2022 ini. Ia pun meyakini G20 bisa membantu dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pasalnya Presidensi G20 Indonesia, merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar lagi bagi pemulihan ekonomi dunia, membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berkelanjutan.

"Saya meyakini perhelatan G20 ini selaras dan sangat membantu kita dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) maupun global. Kita harus menyadari bahwa PEN kita, juga tidak bisa dilakukan tanpa adanya pemulihan ekonomi dalam skala global, " kata Ida dalam keterangan tertulis, Rabu (16/3/2022).

Pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Ketenagakerjaan, Ida menegaskan peran KADIN Indonesia sebagai wadah para pengusaha dibidang ketenagakerjaan akan mendorong peningkatan daya saing industri nasional yang akan menjadi sektor penggerak utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Saya yakin Rakernas ini, akan berkontribusi sangat besar pada pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia sejalan dengan tema Rakernas yaitu 'Penguatan Program Kerja Bidang Ketenagakerjaan KADIN Indonesia'," tutur Ida.

Ida mengungkapkan saat ini Kemnaker juga tengah gencar mendorong melakukan sosialisasi agar perusahaan segera membuat dan menerapkan struktur Struktur dan Skala Upah (SUSU) bagi pekerja dengan masa kerja lebih dari 1 tahun sesuai dengan kinerja pekerja/buruh dan kemampuan perusahaan.

"Hal ini dilaksanakan dalam upaya mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing perusahaan yang akhirnya akan memberi manfaat bagi seluruh pekerja di perusahaan, " ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Kemnaker mendukung penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia, terutama bersinergi secara bisnis (B20).

"Harapan kami antara G20 dan B20 dapat bersinergi. Karena di G20 kebijakan, di sini (B20-red) bicara implementasi dan bagaimana membuat contoh konkrit yang kita lakukan, " ujar Arsjad.

Usai membuka Rakernas KADIN Indonesia, Ida Fauziyah dan Arsjad Rasjid melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang Peningkatan dan Optimalisasi Layanan Ketenagakerjaan.

(ega/ega)