Mendes Janji Percepat Pembangunan Kawasan Transmigrasi di Belu

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Rabu, 16 Mar 2022 18:59 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar
Foto: dok. Kemendes PDTT
Jakarta -

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar akan mengakselerasi pembangunan kawasan transmigrasi, khususnya di wilayah perbatasan. Hal ini diharapkan bisa memberikan kemudahan akses bagi para transmigran, serta memberikan jaminan hidup yang lebih sejahtera di tempat baru.

"Kemendes PDTT akan bersinergi dengan kementerian dan lembaga lainnya untuk berjibaku mempercepat pembangunan khususnya di kawasan transmigrasi di Kabupaten Belu, NTT, maupun desa-desa lainnya," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/3/2022).

Hal tersebut ia sampaikan saat menerima kunjungan DPRD Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) di kantor Kemendes PDTT, di Jakarta hari ini. Lebih lanjut pria yang akrab disapa Gus Halim ini mengaku senang kedatangan Komisi II DPRD Kabupaten Belu. Menurutnya kunjungan tersebut banyak membawa aspirasi warga transmigran.

Terkait pembangunan kawasan transmigrasi di Kabupaten Belu, Mantan Ketua DPRD Jawa Timur itu juga memastikan akan segera mengambil langkah apa saja yang menjadi kewenangan Kemendes PDTT maupun Kementerian PUPR dan instansi lainnya.

"Mudah-mudahan proses pembangunan di Kabupaten Belu lancar dan cepat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Belu Elvis Pedrosa menjelaskan di kabupaten yang berbatasan dengan negara Timor Leste itu terdapat 6 kawasan transmigrasi yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah. Adapun persoalan yang perlu ditingkatkan yaitu terkait akses terhadap kebutuhan dasar dan infrastruktur.

"Rata-rata persoalan transmigrasi di Kabupaten Belu adalah penyediaan air bersih dan akses jalan yang belum memadai," jelas Elvis.

Elvis berharap Kemendes dapat membantu mengatasi persoalan yang dihadapi warga transmigran. Pasalnya, selama ini enam kawasan transmigran itu ditempati warga transmigran lokal, dan hingga saat ini masih banyak peminatnya.

Menurutnya apabila akses terhadap kebutuhan dasar dan infrastruktur lebih baik, para transmigran bisa menjadi lebih sejahtera dan peminatnya terus bertambah.

(prf/ega)