KPK Kembali Bicara Peluang Jerat Edhy Prabowo Pakai Pasal Pencucian Uang

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 16 Mar 2022 09:09 WIB
Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo jalani sidang dakwaan hari ini. Ia didakwa terima suap mencapai Rp 25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih bening lobster.
Edhy Prabowo (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta -

KPK masih menunggu salinan putusan kasasi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dari Mahkamah Agung (MA). KPK mengaku bakal mempelajari fakta hukum untuk menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Tentu sekali lagi karena salinan putusan itu menjadi bagi penting kami untuk kami pelajari fakta-fakta hukumnya, apakah kemudian ada penemuan yang bisa diterapkan TPPU, khususnya ke pasal 5 misalnya ya, yaitu keterlibatan pihak-pihak lain yang turut menikmati misalnya hasil dari tindak pidana korupsi yang biasa kita sebut dengan pelaku pasif, di Undang-Undang TPPU," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (16/3/2022).

Ali mengatakan KPK bakal mengkaji putusan tersebut secara jelas. KPK juga meminta MA agar segera mengirim salinan putusan yang lengkap.

"Itu akan kami pelajari dahulu putusannya secara jelas setelah kami dapatkan sehingga kami kaji, kami analisa apa fakta-fakta hukumnya, sebagaimana yang sama dengan surat perintah yang sudah kami sampaikan pada tingkat pertama," katanya.

"Tentu kami sekali lagi berharap adanya Mahkamah Agung segera mengirimkan petikan dan salinan lengkap dari putusan Terdakwa," sambungnya.

Ini bukan kali pertama KPK bicara soal peluang menjerat Edhy Prabowo dengan pasal pencucian uang. KPK pernah menyatakan bakal menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang dalam kasus suap ekspor benih lobster atau benur Edhy Prabowo.

"Tidak tertutup kemungkinan dapat diterapkan tindak pidana lain, dalam hal ini TPPU, sepanjang berdasarkan fakta yang ada dapat disimpulkan adanya bukti permulaan yang cukup," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (29/1/2021).

Simak Video 'MA Sunat Vonis Edhy Prabowo, Pimpinan KPK: Tentu Kami Sangat Kecewa!':

[Gambas:Video 20detik]