Masa Kritis Soeharto Lebih Panjang dari yang Diharapkan
Jumat, 19 Mei 2006 13:37 WIB
Jakarta -
Hingga Jumat (18/5/2006) Soeharto masih kritis. Masa kritisnya lebih panjang daripada yang diharapkan."Beliau mengalami semacam keadaan di mana organ tubuh cuma pas-pasan sehingga kalau mengobati yang satu, yang lain jadi kurang baik. Karena itu menyebabkan masa kritis jadi lebih panjang dari yang diharapkan," jelas dr Djoko Rahardjo, anggota tim dokter kepresidenan di RSPP, Jalan Kiai Maja, Jakarta Pusat.Sejumlah alat bantu masih dipasang di tubuh Soeharto. Misalnya alat pacu jantung yang dipasang terus. Oksigen juga beberapa kali disalurkan lewat hidungnya.Tentang penyumbatan pembuluh darah (infark) di otak kanan Soeharto, menurut Djoko, juga belum bisa diatasi. "Infark itu kan kematian jaringan. Jaringan di otak itu beregenerasi sehingga mungkin infark tersebut akan menetap," jelasnya.Soeharto juga masih mengalami kejang-kejang (mioklonik). "Tapi tidak tiap jam," kata Djoko.Secara umum,Soeharto juga mudah mengantuk seperti kemarin. "Hari ini juga didapatkan gangguan irama jantung dan untuk itu diberi obat-obatan untuk mengatasinya," kata Dirut RSPP Adji Prajitno pada kesempatan yang sama. Sedangkan fungsi paru relatif stabil, namun fungsi ginjal masih terganggu.
(nrl/)










































