Kekuasaan Raja Nepal Menciut
Jumat, 19 Mei 2006 12:12 WIB
Kathmandu - Raja Nepal Gyanendra akhirnya kehilangan kekuasaan absolut yang selama ini dipegangnya. Gara-garanya, parlemen Nepal mengeluarkan proklamasi yang secara drastis mengurangi kekuasaan Gyanendra.Parlemen Nepal pada Kamis 18 Mei waktu setempat mengeluarkan proklamasi yang memangkas status Raja Gyanendra, yang oleh kaum Hindu fanatik dianggap sebagai reinkarnasi Dewa Wisnu, dewa perlindungan.Sesuai pengumuman ini, maka kini pemerintah punya kekuasaan untuk menentukan siapa pengganti Gyanendra nantinya. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/5/2006)."Proklamasi ini mencerminkan semangat aspirasi rakyat," ujar Perdana Menteri Nepal Girija Prasad Koirala.Sejak bulan lalu, Raja Gyanendra didesak untuk meletakkan kekuasaan absolut yang diraihnya pada Februari 2005 setelah demonstrasi massa pro-demokrasi melumpuhkan negara Himayala berpenduduk 27 juta jiwa itu.Kini, raja itu tidak lagi memiliki kendali atas militer. Proklamasi ini juga memungkinkan adanya pajak atas pendapatan dan kekayaan kerajaan untuk pertama kalinya. Raja kini juga bisa dipanggil untuk bersaksi di pengadilan dan parlemen. Penciutan kekuasaan raja ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan baru Nepal untuk membujuk para pemberontak Maoist tetap mempertahankan gencatan senjata dan ikut serta dalam perundingan damai.Tuntutan utama para pemberontak adalah penghapusan monarki yang telah berusia 250 tahun itu. Namun sejauh ini, parlemen belum mempertimbangkan soal itu.
(ita/)











































