Tertutup Kabut, Merapi Masih Terus Keluarkan Lava Pijar

Tertutup Kabut, Merapi Masih Terus Keluarkan Lava Pijar

- detikNews
Jumat, 19 Mei 2006 11:56 WIB
Yogyakarta - Selama beberapa hari terakhir ini, kawasan puncak Gunung Merapi selalu tertutup kabut. Namun demikian guguran lava pijar dan muntahan awan panas (wedhus gembel) masih terus terjadi.Berdasarkan pantauan detikcom di kawasan aliran Sungai Krasak, di Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jumat (19/5/2006), puncak Merapi selalu tertutup kabut tebal sejak Kamis malam hingga dinihari. Namun guguran lava pijar yang mengarah ke hulu Kali Krasak, Kali Bedhog dan Kali Boyong terus terjadi dengan jarak luncur 1 sampai 2 kilometer. Guguran lava pijar itu masih sempat terlihat meski samar-samar dari cekdam III di Kali Krasak di Desa Kemiren yang berjarak 9 km dari puncak. Suara gemuruhbebatuan yang turun masuk ke hulu Krasak, Bedhog maupun Boyong terdengar jelas. Sekitar pukul 03.35 WIB terjadi awan panas mengarah ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur 6 kilometer. Namun awan panas itu kemudian terbawa angin ke baratlaut dan utara menyusuri kaki Merapi. Sementara itu Kepala Seksi Gunung Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo di kantor Jl Cendana Yogyakarta,Jumat (19/5/2006), meminta warga yang tinggal di sekitar lereng Gunung Merapi untuk tetap waspadai munculnya awan panas. Meski sebenarnya, saat ini secara kualitas dan kuantitas, aktivitas Merapi mulai menurun.Dia mengatakan pertumbuhan kubah lava baru saat ini tidak sepesat sebelum munculnya awan panas. Saat ini kubah baru lebih tinggi sekitar 1 meter daripuncak Garuda. Menurunnya pertumbuhan kubah baru itu kemungkinan juga disebabkan karena suplai magma dari dalam mulai berkurang. "Tapi harus diingat, meski munculnya awan panas sempat menurun, bukan berarti aktivitas Merapi juga menurun. Masih mungkin akan mengeluarkan awan panas yang lebih besar lagi," kata dia. Berdasarkan laporan di pos-pos pengamatan, kata dia, puncak Merapi setiap malam hingga menjelang pagi dinihari selalu tertutup kabut tebal. Namun demikian guguran lava pijar dan awan panas terus terjadi setiap waktu. Pada hari Jumat mulai pukul 00.00-06.00 WIB, awan panas terjadi sebanyak 3 kali dengan jarak luncur maksimal 2 kilometer masuk ke hulu Kali Krasak dan Boyong. Gempa guguran terjadi sebanyak 71 kali dan gempa fase banyak terjadi 14 kali. "Luncuran lava pijar maupun awan panas masih mendominasi masuk ke hulu Kali Krasak," kata Subandriyo. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads