Heboh Perusakan di Polres Lamtim, 3 Orang Jadi Tersangka

Mukhlis Dinillah - detikNews
Selasa, 15 Mar 2022 12:34 WIB
Polisi menetapkan tiga orang tersangka perusakan di Polres Lampung Timur
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra (Foto: dok. Istimewa)
Lampung Timur -

Seorang oknum wartawan bernama Wilson Lalengke ditetapkan sebagai tersangka perusakan di halaman Polres Lampung Timur. Wilson mengakui ulahnya dan meminta maaf.

Aksi yang dilakukan Ketum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) itu dipicu penangkapan wartawan dengan inisial IN atas dugaan pemerasan. Mereka lalu mendatangi Polres Lampung Timur merusak papan bunga ucapan selamat atas penangkapan IN.

Video perusakan yang berlangsung pada Sabtu (12/3) sempat ramai tersebar di media sosial. Sejumlah orang diperiksa terkait insiden tersebut.

"Saya secara pribadi meminta permohonan maaf dengan setulusnya yang telah saya perbuat di Polres Lampung Timur beberapa hari lalu," ucap Wilson dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (15/3/2022).

Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky Alkazar mengatakan, dari 20 orang yang diperiksa atas perusakan papan bunga di Polres Lampung Timur, tiga orang resmi dijadikan tersangka.

"Mereka adalah WL, warga Jakarta Barat; S, warga Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur; dan ES, warga Kemiling, Bandar Lampung," imbuhnya.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, yang dengan jiwa besar mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka.

"Dengan adanya kejadian ini, menjadikan pengalaman bagi kita semua agar mawas diri, dalam berperilaku di depan umum. Karena setiap profesi ada koridor hukum sesuai kode etik profesinya. Apabila ingin menyampaikan suatu ungkapan, sampaikan secara musyawarah mufakat, secara profesional, proporsional, dan prosedural," ungkap Pandra.

Pandra menegaskan proses hukum terhadap para tersangka tetap berlanjut meski sudah menyampaikan permintaan maaf. Ketiga tersangka juga tetap ditahan.

"Proses hukum tetap berlanjut. ketiganya masih ditahan," ujar Pandra.

Wakil Ketua Dewan Pers Hendry CH Bangun menegaskan PPWI bukan organisasi wartawan, sehingga oknum yang terlibat perusakan tersebut dipastikan bukan wartawan.

"Wadah tersebut dipastikan bukan organisasi wartawan, tapi penulis warga atau citizen journalist. Jadi mereka bukan wartawan," kata Hendry terpisah, Selasa (15/3/2022).

(mud/trw)