AHY: Hati-hati, Bangsa Tak Mau Belajar dari Sejarahnya Akan Hancur-Mundur

ADVERTISEMENT

AHY: Hati-hati, Bangsa Tak Mau Belajar dari Sejarahnya Akan Hancur-Mundur

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 15 Mar 2022 10:58 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membantah pernyataan KSP Moeldoko yang menyebut ada tarikan ideologis di tubuh Partai Demokrat.
AHY (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengkritisi wacana penundaan pemilu di tengah kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, seperti kedelai hingga minyak goreng. AHY menyebut rakyat dipaksa menerima keadaan saat ini.

"Selain harga-harga kebutuhan pokok, seperti kedelai, minyak goreng, dan daging sapi yang naik, harga BBM, tarif dasar listrik, dan tarif tol juga mengalami kenaikan," kata AHY seperti dalam keterangannya, Senin (15/3/2022).

AHY menyebut rakyat seakan-akan dipaksa menerima keadaan untuk menerima kenaikan kebutuhan bahan pokok. Padahal, kata dia, saat ini kondisi perekonomian masyarakat tengah sulit.

"Tiba-tiba sudah naik saja. Rakyat yang lagi sulit hidupnya saat ini akibat belum pulihnya perekonomian rumah tangga mereka, seolah dipaksa begitu saja untuk menerima keadaan. Kita semua seperti 'di-fait accompli', dipaksa menerima keadaan ini!" kata AHY.

AHY menyampaikan kondisi ini diperparah oleh munculnya wacana tunda pemilu atas dasar mahalnya penyelenggaraan. Padahal, menurutnya, pemerintah tengah menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk pembangunan IKN.

"Alasan tunda pemilu karena mahal tidak masuk akal. Jika memang anggaran yang menjadi alasan, kemarin KPU telah mengusulkan anggaran Rp 86,2 triliun untuk penyelenggaraan pemilu serentak 2024. Jika anggaran itu yang dikeluhkan, mengapa di tengah pandemi ini pula pemerintah hendak menggelontorkan anggaran lebih dari Rp 500 triliun untuk pembangunan ibu kota baru yang lebih dari separuh akan dibiayai dari APBN? Bagaimana mungkin agenda pembangunan yang tiba-tiba muncul, di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja ini, mendorong kita untuk mengubah aturan konstitusi yang notabene merupakan amanah gerakan reformasi?" kata AHY.

Simak selengkapnya penjelasan AHY di halaman berikutnya.

Saksikan Video 'Luhut Bicara Big Data Rakyat Mau Pemilu Ditunda, PDIP: Kapasitasnya Apa?':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT