Jika Tidak Lapor, Penerima Uang Indra Kenz-Doni Salmanan Bakal Kena TPPU

ADVERTISEMENT

Jika Tidak Lapor, Penerima Uang Indra Kenz-Doni Salmanan Bakal Kena TPPU

Mulia Budi - detikNews
Senin, 14 Mar 2022 23:38 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko (Dok. Polri)
Foto: Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko (Dok. Polri)
Jakarta -

Polisi meminta para penerima aliran dana tersangka platform Binomo, Indra Kenz dan platform Quotex, Doni Salmanan untuk segera melapor. Jika tidak melapor, penerima uang bakal dikenakan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Kemarin sudah disampaikan oleh penyidik, kami mengharapkan untuk para masyarakat atau public figur yang merasa menerima aliran dana dari kedua tersangka untuk melapor, nanti akan selanjutnya akan di klarifikasi oleh penyidik. Ini salah satu upaya yang dikakukan oleh penyidik," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Gatot Repli dalam jumpa pers, Senin (14/3/2022).

Gatot mengatakan para pihak yang menerima aliran dana Indra Kenz dan Doni Salmanan dari keuntungan binary option ilegal bisa dikenakan sanksi. Para pihak yang menerima dana tersebut namun tidak melapor bisa terjerat Undang-Undang TPPU.

"Kemudian yang kedua apabila ternyata tidak dilaporkan ya konsekuensinya pasti akan dikenakan Undang-Undang TPPU, ini yang perlu kami sampaikan," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan polisi belum menerima laporan dari pihak yang menerima aliran dana Indra dan Doni. Polisi berharap para penerima akan inisiatif melapor ke penyidik.

"Sampai sekarang, tadi kami tanyakan belum ada," ucapnya.

Sebelumnya, polisi mewanti-wanti seluruh penerima duit dari crazy rich Medan Indra Kenz agar melaporkan diri ke polisi. Lebih baik kembalikan saja dana dari Indra Kenz kepada aparat negara.

Indra Kenz adalah tersangka kasus aplikasi model binary option (Binomo). Aset-aset crazy rich tersebut sudah disita polisi, totalnya Rp 43,5 miliar. Polisi masih akan terus mengusut aset Indra sampai Rp 57,2 miliar. Ada aset berupa dua rumah di Deli Serdang serta mobil mewah Ferrari.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga memblokir rekening Indra Kenz. Berdasarkan yang diungkap polisi ke publik sejauh ini, isi rekeningnya senilai Rp 1,8 miliar.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT