Bongkar Hukum Pembuktian Malapraktik Dokter, Soraya Haque Raih Doktor

ADVERTISEMENT

Bongkar Hukum Pembuktian Malapraktik Dokter, Soraya Haque Raih Doktor

Andi Saputra - detikNews
Senin, 14 Mar 2022 09:32 WIB
Soraya Haque
Soraya Haque raih gelar doktor dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta (dok.pri)
Jakarta -

Artis atau model Soraya Haque meraih gelar doktor dengan disertasi soal hukum pembuktian malapraktik dokter. Salah satunya soal banyaknya kasus malapraktik kedokteran yang jarang berujung kepada vonis akhir pemidanaan.

"Pembuktian kausalitas tindakan dokter masih menyisakan berbagai persoalan. Misalnya, dalam praktik hukum belum adanya standar penentuan hubungan sebab-akibat kematian korban dalam pertimbangan hakim," kata Soraya Haque.

Hal itu tertuang dalam abstrak disertasinya yang berjudul 'Pembuktian Kausalitas Tindakan Dokter dalam Kasus Kelalaian Medik melalui Pendekatan Scientific Evidence: Pemanfaatan Visum et Repertum oleh Hakim dalam Pengambilan Putusan' yang dikutip detikcom, Senin (14/3/2022). Disertasinya berhasil ia pertahankan di depan sidang di Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Jakarta pekan lalu.

"Antara putusan pengadilan yang satu dengan putusan pengadilan yang lain terdapat cara berbeda dalam menentukan penyebab kematian untuk melihat adanya kausalitas tindakan dokter sebagai terdakwa," ujar Soraya Haque yang juga istri Ekki Soekarno itu.

Menurut Soraya munculnya perdebatan di antara hakim dalam menentukan unsur-unsur kelalaian tindakan dokter adalah penafsiran dan penerapan antara tindak pidana biasa yang diatur KUHP dan tindak pidana medik. UU pidana hanya menentukan tentang perbuatan yang dinyatakan sebagai tindak pidana. Sementara, penilaian sifat perbuatan melawan hukum adanya culpa lata medik harus dimulai dari akibat kematian, kemudian menilai pada tingkah laku dokter dalam mengobservasi yang patut disalahkan atau tidak disalahkan.

"Namun, yang menjadi persoalan apakah tuntutan-tuntutan dokter dibuat dengan benar? Apakah kondisi korban sesuai dengan penyebab yang dituduhkan? Apakah benar terjadi kesalahan medik oleh dokter yang menangani? Semua contoh di atas selalu melibatkan hubungan sebab-akibat antara satu kejadian dengan kejadian lain," beber Soraya Haque.

Untuk fakta-fakta kematian harus memiliki penalaran hukum (legal reasoning) yang kuat didasarkan cara berpikir yang kritis (critical thinking). Dengan berpikir kritis, maka pendapat medikolegal yang diberikan lebih terjamin dan menyelesaikan kasus secara logis, baik kasus klinis di bidang medik maupun kasus yuridis di bidang hukum, perlu menyusun argumen yang sarat dengan hubungan kausal membutuhkan bantuan keterangan ahli forensik sebagai argumen utama (central argument).

"Hal ini menyangkut persoalan teknis terhadap penjernihan dapat diandalkan," ucap Soraya Haque.

Simak juga 'Saat Demo Buntut Dugaan Malapraktik Terjadi':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT