Teliti Flu Burung, WHO Datangi Kabupaten Karo
Kamis, 18 Mei 2006 21:20 WIB
Karo - Pasca ditetapkannya Sumatera Utara (Sumut) sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) flu burung, dua peneliti dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) berkunjung ke Kabupaten Karo. Mereka mendatangi sejumlah tempat, termasuk rumah sakit bekas tempat perawatan korban flu burung yang sudah meninggal dunia. "Kita datang kemari untuk mengumpulkan bukti-bukti penyebab merebaknya virus flu burung yang sampai kini telah menewaskan enam warga setempat," kata Subhash Salunke, kepada wartawan di Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo, Kamis (18/5/2006). Subhash Salunke yang berasal dari India, datang bersama Thomas Grein asal Swiss. Keduanya merupakan peneliti dari Badan Kesehatan Dunia (WHO/World Health Organization). Dalam mengumpulkan bukti-bukti, keduanya melakukan serangkaian tanya jawab, baik kepada Bupati Karo DD Sinulingga, kepada dr Swara Ginting, Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe dan sejumlah tenaga medis di rumah sakit tersebut. Subhash dan Thomas juga melihat langsung Ruang 6 RSU Kabanjahe yang sebelumnya sempat dipergunakan sebagai ruang inap korban pertama flu burung, Fuji Br Ginting, 49 tahun, yang sudah meninggal dunia pada 4 Mei lalu. Kendati ruangan ini tidak memiliki ventilator, namun keduanya mengaku hal itu bukan masalah. Baik Subhash maupun Thomas menyatakan, mereka baru dapat memberikan kesimpulan awal penyebab berkembangnya virus apabila peta perjalanan virus itu telah rampung dibuat. Yakni segala sesuatu yang berkenaan dengan kemungkinan jalur berkembangnya virus, baik itu pupuk kandang, ayam atau babi. Semuanya memiliki kemungkinan sebagai media penyebar virus mematikan ini di Kabupaten Karo. Namun, sejauh ini, keduanya menilai langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karo maupun Sumut sudah memenuhi prosedur tetap dalam penanganan flu burung.
(asy/)











































