Ganti Minyak Tanah, Sumsel Pilih Gas Alam
Kamis, 18 Mei 2006 20:24 WIB
Palembang - Jika pemerintah pusat mempersiapkan gas elpiji untuk rumah tangga di Indonesia sebagai pengganti minyak tanah, maka pemerintah Sumatera Selatan (Sumsel) mempersiapkan gas alam yang dialirkan ke rumah tangga atau gas kota. Hal tersebut dikatakan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman, kepada pers, di kantornya, Jalan Kapten A. Rivai Palembang, Kamis (18/5/2006). "Sumsel memiliki banyak gas alam walau bukan elpiji. Di Palembang masyarakat yang menggunakan gas alam sudah cukup banyak sehingga kebijakan tersebut kurang tepat diberlakukan di Sumsel," kata dia. Untuk bisa merealisasikan gas alam dialirkan ke rumah tangga di Sumsel, kata Syahrial, pihaknya akan melakukan investasi mengembangkan gas alam untuk rumah tangga dengan PT PGN (Perusahaan Gas Negara) Tbk. Saat ini pengembangan jaringan gas rumah tangga di Palembang oleh PT PGN masih terkendala karena keterbatasan dana. "Pemprov Sumsel tidak mungkin kalau mendanai, sebab yang memungut nantinya kan PT PGN. Kalau Pemprov Sumsel ikut mendanai berarti kita memiliki saham. Kita akan lihat apakah perusahaan daerah mau? Kita masih pikirkan nanti bagaimana kita memasukkan modal perusahaan daerah untuk instalator pipa gas tersebut. Pilihan gas alam jelas lebih murah dibandingkan minyak tanah atau elpiji," kata Syahrial Oesman. Sementara Asisten Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekretaris Wilayah Daerah Pemerintah Sumsel, Budi Rahadjo, mengatakan pihaknya tengah membahas terkait masalah investasi pada instalasi pipa gas PT PGN. "Kita masih susun dan membahas, share, dari total investasi dengan PT PGN berapa untuk penempatan saham. Kita minta 10 persen dari total saham investasi tetapi masih belum ada kesepakatan," kata dia. Menurut Budi, penawaran dari PT PGN masih kecil di bawah 5 persen. "Kita mintanya sekitar 10 persen. Dengan penyertaan saham tersebut diperkirakan Pemprov Sumsel bisa melakukan investasi mencapai Rp 500 miliar. Investasi itu akan dikhususkan pada penyaluran gas untuk kebutuhan rumah tangga. Mengingat harga jual gas elpiji dengan gas alam perbandingannya sangat jauh, Rp 58.000 berbanding Rp 15.000," kata dia. Gubernur Syahrial berharap keinginan Pemprov Sumsel bisa terealisasi sehingga bisa memenuhi kebutuhan gas untuk rumah tangga. "PT PGN harus punya dedikasi untuk Sumsel. Tentunya dengan upaya pembangunan jaringan infrastruktur pipa yang bisa untuk distribusi ke rumah-rumah penduduk," tegas dia. Sebelumnya M. Riyadi, eksekutif manajer PT PGN distrik Palembang, mengatakan, terhadap rencana pemerintah mengalihkan penggunaan minyak tanah dengan gas elpiji, menurut Riyadi, di Sumsel lebih tepat jika rumah tangga menggunakan gas alam. "Di Sumsel warga bukan beralih menggunakan gas elpiji tetapi menggunakan gas bumi yang dikelola PT PGN. Harganya jelas lebih murah dari harga gas elpiji," ujarnya.
(asy/)











































