Soeharto dan Buruh Pengaruhi Penurunan Citra SBY
Kamis, 18 Mei 2006 20:10 WIB
Jakarta - Hasil survei kembali mengabarkan hal kurang sedap bagi pemerintahan SBY-Kalla. Popularitas kepemimpinan SBY dinilai merosot. Bagi Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani, kemerosotan itu disebabkan banyak kebijakan SBY yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat.Salah satunya ada ketidaktegasan SBY dalam mengambil keputusan mendesak seperti kasus Soeharto dan revisi UU No 13/2003 tentang ketenagakerjaan yang hingga kini masih terambang."Dia sebenarnya ingin menjaga popularitas itu, karena sikap yang tidak tegas membuat masyarakat penuh dengan ketidakpastian. Dan opini publik akan sensitif terhadap hal itu," kata Saiful usai acara seminar Refleksi Sewindu Reformasi dengan tema "Konsolidasi Demokrasi Indonesia" di Hotel Sari Pan Pasific, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (18/5/2006).Hal senada diungkapkan oleh Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Bachtiar Effendi, menurutnya penurunan popularitas SBY merupakan hal yang wajar, karena selama ini banyak harapan masyarkat yang belum terpenuhi oleh pemerintah."Selama satu setengah tahun SBY memerintah belum ada pemenuhan janji atau harapan. Kalaupun ada dianggap masyarakat hanya sedikit," jelas Bachtiar.Bachtiar juga mengatakan bahwa penurunan ini juga dipengaruhi menurunnya kinerja sektor ekonomi yang diisi komposisi baru. "Padahal masyarakat justru menilai hal tersebut yang terpenting," papar Bachtiar.Bachtiar menganjurkan supaya Presiden SBY mampu memberikan prioritas utama terhadap masalah-masalah yang pelik di negara ini dan tidak hanya sekedar berkunjung ke beberapa negara."Saya kira harus lebih mementingkan langkah-langkah yang berpusat pada kebijakan ekonomi," tandas Bachtiar.
(ahm/)











































