Kemenag Jelaskan Tempat Ibadah Multiagama di Kampus yang Disinggung Yaqut

ADVERTISEMENT

Kemenag Jelaskan Tempat Ibadah Multiagama di Kampus yang Disinggung Yaqut

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 12 Mar 2022 10:30 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas
Menag Yaqut Cholil Qoumas (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berbicara tentang tempat-tempat ibadah multiagama di kampus-kampus. Tempat-tempat ibadah multiagama yang dimaksud adalah tempat-tempat agama yang berdiri secara terpisah sesuai agama masing-masing, bukan satu tempat untuk ibadah banyak agama.

Yaqut berbicara tempat tempat ibadah multiagama dalam forum Webinar Kebangsaan yang digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia (UI) pada 5 Maret 2022. Tema acara ini adalah 'Pembangunan Rumah Ibadah di Perguruan Tinggi sebagai Sarana Komunikasi Antaragama dan Pendidikan Karakter Mahasiswa'.

"Istilah tempat ibadah multiagama itu bukan berarti satu tempat untuk ibadah bagi semua agama. Ide tempat ibadah multiagama itu adalah upaya untuk menyiapkan fasilitas tempat ibadah untuk masing-masing agama di kampus," terang Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag Thobib Al Asyhar di Jakarta, Jumat (11/3), dikutip detikcom dari situs Kemenag, Sabtu (12/3/2022).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Thobib Al AsyharPelaksana Tugas Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Thobib Al Asyhar (Foto: dok. Istimewa)

Ide tempat-tempat ibadah multiagama disampaikannya untuk mendorong kampus memfasilitasi tempat ibadah bagi sivitas akademika. Umat Islam di kampus perlu bisa beribadah dengan mudah di tempat ibadahnya, begitu juga umat Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

"Jadi ide ini adalah ikhtiar agar setiap mahasiswa dan sivitas akademika bisa mendapat fasilitas beribadah di kampus, sesuai agamanya dan di tempat ibadahnya masing-masing," sambungnya.

Saat Yaqut menyampaikan gagasan itu, hadir Ketua Umum Alumni UI Andre Rahadian, Mendikbud-Ristek Nadim Makariem, Rektor UI, Rektor IPDN, Rektor Universitas Pancasila, dan Rektor UNS. Sebelum Yaqut berbicara di forum kampus itu, rencana ini juga sudah dibicarakan dengan kalangan Iluni UI pada Oktober 2021 di kantor Kemenag. Iluni UI mendukung pembangunan fasilitas sejumlah rumah ibadah di lingkungan kampus.

Penyediaan fasilitas rumah ibadah di kampus sudah dilakukan sejumlah perguruan tinggi. Contohnya ada di Institut Teknologi Sumatera, yang membangun fasilitas pada 2021. Ada enam ruangan khusus untuk masing-masing agama.

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin telah meresmikan enam tempat ibadah yang dibangun di lingkungan kampus Universitas Pancasila Jakarta. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wapres KH Ma'ruf Amin didampingi Menag Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno.

Enam tempat ibadah tersebut adalah Masjid At-Taqwa, Gereja Katolik Santo Petrus, Graha Layanan Kristen, Vihara Dhamma Sasana, Pura Widya Santika, dan Klenteng Kebajikan Agung.

Saksikan juga: Duo Ultra Terbaru Samsung, Segahar Apa?

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/bar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT