Puluhan Hektar Tanaman Meranggas Tersiram Abu Merapi

Puluhan Hektar Tanaman Meranggas Tersiram Abu Merapi

- detikNews
Kamis, 18 Mei 2006 17:23 WIB
Boyolali - Puluhan hektar tanaman di lereng Merapi rusak tersiraman hujan abu. Ratusan petani di Boyolali dipastikan gagal panen. Bahkan sebagian dari mereka saat ini telah mencabuti tanaman sayuran mereka karena dinilai sudah tidak berguna untuk dirawat.Pak Senen, Kamis (18/5/2006) pagi terlihat bekerja sendirian di ladang miliknya di Stabelan, Desa Tlogolele, Selo, Boyolali. Di lahan seluas hampir satu hektar itu, Senen menanam kol yang diselang-seling dengan pohon tembakau.Di beberapa blok tanaman kol yang dia tanam terlihat mulai berbuah, sedangkan sebagian lainnya masih terlihat sedang tumbuh. Namun pada hari Senin lalu, hujan abu mengguyur beberapa lokasi seiring peningkatan aktivitas gunung Merapi.Tal terkecuali adalah Dusun Stabelan, kawasan hunian tertinggi di Merapi. Bahkan mungkin, pada hari Senin lalu, kawasan inilah yang paling parah menerima guyuran abu. Hingga Kamis ini endapan abu yang tebal masih terlihat seantero kampung, baik itu di genting, pohon, dedaunan, jalan dan lain-lainnya.Tanaman kol Senen menjadi salah satu korban. "Sebetulnya kalau saja langsung turun hujan, abu tersebut tidak membahayakan tanaman kol. Namun karena hujan tidak turun membersihkan abu, maka tanaman kami menjadi layu dan meranggas," ujar Senen.Senen tidak lagi berharap hasil dari tanaman kolnya. Tanaman itu kini dicabuti. Yang tetap dipertahankan adalah tanaman tembakau dengan alasan lebih cukup kuat bertahan menerima siraman abu gunung.Nasib Sutar juga tak jauh beda dengan tetangganya itu. Tanaman kolnya juga terpaksa gagal panen. Namun hingga saat ini Sutar masih membiarkan kolnya tumbuh di ladang meskipun dia tidak lagi berharap hasilnya. "Padahal saat ini sebetulnya buah kolnya sudah saatnya tumbuh," kata dia.Jumar lebih beruntung. Ketika hujan abu mendera, tanaman kolnya memang sudah layak dipanen. "Sejak kemarin kami panen dan harus cepat-cepat, daripada buahnya rusak. Setelah terkumpul seluruhnya langsung kami bawa ke pasar untuk dijual," kata Jumar.Kepala Desa Tlogolele, Budi Harsono, mengakui akibat aktivitas Merapi tahun ini akan banyak warganya yang gagal panen. Menurut perhitungan dia, puluhan hektar tamanan kol, lombok, dan tembakau milik warganya rusak akibat hujan abu. "Bahkan mungkin mencapai seratus hektar tanaman," ujarnya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads