1 dari 4 Anak Alami Stunting, Waket MPR Dorong Pemenuhan Gizi Balita

ADVERTISEMENT

1 dari 4 Anak Alami Stunting, Waket MPR Dorong Pemenuhan Gizi Balita

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Jumat, 11 Mar 2022 16:41 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Sosialisasi 4 Pilar
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti ancaman stunting di Tanah Air. Untuk itu dia mendorong adanya upaya penanganan stunting yang berkelanjutan dan terukur.

"Pandemi COVID-19 ini memang membuat banyak pihak di berbagai sektor kehilangan fokus dalam upaya mengatasi kendala di bidangnya masing-masing. Kondisi pemenuhan gizi Balita harus terus menjadi fokus penanganan agar generasi penerus bangsa terhindar dari ancaman stunting," kata Lestari dalam keterangannya, Jumat (11/3/2022).

Lebih lanjut Lestari atau yang akrab disapa Rerie menjelaskan berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), saat ini angka prevalensi stunting di Indonesia masih tergolong tinggi, yakni 24,4%. Artinya 1 dari 4 anak di Indonesia mengalami stunting. Angka tersebut dinilainya melebihi batas standar yang ditoleransi WHO, yaitu di bawah 20%.

Rerie menjelaskan catatan 1 dari 4 anak Indonesia mengalami stunting merupakan kondisi yang harus ditangani segera. Hal ini agar potensi yang dimiliki generasi penerus bangsa dapat dikembangkan secara optimal.

"Upaya mengatasi ancaman stunting, membutuhkan kerja sama semua pihak mulai dari masyarakat di lingkup keluarga hingga para pemangku kepentingan di tingkat pemerintah pusat," paparnya.

Selain itu, dia mendorong adanya sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan gizi seimbang kepada masyarakat. Harapannya, setiap keluarga memahami apa yang wajib diberikan agar setiap anggota keluarganya memiliki kecukupan gizi yang baik.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu juga meminta para pemangku kepentingan di Tanah Air segera mengambil langkah-langkah yang strategis dan terukur dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia.

Dalam rangka mengakselerasi upaya menekan angka prevalensi stunting, menurutnya keterlibatan berbagai pihak dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan media sangat diperlukan.

"Sehingga, diperlukan pemahaman yang sama dari berbagai pihak agar terjadi kolaborasi yang baik dalam merealisasikan generasi penerus bangsa yang memiliki kecukupan gizi yang baik," tukasnya.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT