ADVERTISEMENT

Pertemuan NasDem-Golkar Dinilai Siratkan Pesan Spesial untuk Pilgub DKI

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 11 Mar 2022 08:26 WIB
Ketua DPP Partai Nasdem Surya Paloh bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartanto memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Kantor DPP Nasdem atau Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (10/3/2022).
Airlangga Hartarto dan Surya Paloh (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto menemui Ketum Partai NasDem Surya Paloh. Ada pesan politik spesial yang tersirat dalam pertemuan keduanya. Apa itu?

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno awalnya menjelaskan, nilai pertemuan Paloh dan Airlanga sebagai dua sahabat lama. Pertemuan keduanya dinilai mendinginkan suhu koalisi di tengah perbedaan sikap Golkar dan NasDem soal wacana penundaan Pemilu 2024.

"Tentu ini bagian komunikasi politik mendinginkan suhu internal partai koalisi Jokowi yang beda sikap soal penundaan pemilu. Sebab, publik menuding ada gejala konflik internal karena baru kali ini partai-partai pendukung beda sikap secara terbuka," kata Adi kepada wartawan, Kamis (10/3/2022).

"Biasanya selalu kompak dalam isu apa pun. Tapi soal penundaan pemilu partai koalisi Jokowi banyak yang memilih beda mazhab," imbuhnya.

Adi menilai perbedaan sikap soal wacana penundaan pemilu di antara partai koalisi Jokowi perlu dikelola dengan baik. Perbedaan sikap, katanya, tak baik bagi psikologi koalisi.

Lembaga survei Politika Research & Consulting (PRC) bersama Paremeter Politik Indonesia (PPI) merilis hasil survei kandidat calon presiden 2024.Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno (Dok. Istimewa)

"Perbedaan sikap partai pendukung Jokowi dinilai publik sebagai tanda-tanda kutukan periode kedua di depan mata. Partai cenderung mengambil positioning politik untuk mendapatkan simpati publik," ujarnya.

Adi juga menilai ada hasil pesan politik spesial di balik pertemuan Airlangga dan Paloh. Pesan politik spesial itu terkait duet Golkar-NasDem di Pilkada DKI Jakarta.

Pesan itu, katanya, terlihat dari kehadiran mantan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dan anggota DPR RI Fraksi NasDem Ahmad Sahroni. Keduanya digadang-gadang bakal maju dalam Pilgub DKI.

"Termasuk kemungkinan membahas duetkan Airin dan Ahmad Sahroni di Pilkada Jakarta. Karena Airin dan Sahroni diperkenalkan saat pertemuan, tentunya itu mengandung pesan politik spesial," imbuhnya.

Surya Paloh dan Airlangga Hartarto sebelumnya bertemu di kantor DPP NasDem, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (10/3). Wacana penundaan Pemilu 2024 menjadi salah satu pembahasan.

Simak juga video 'Bahas Penundaan Pemilu Bareng Airlangga, Surya Paloh Tak Mau Ada Polemik':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT