ADVERTISEMENT

2 Kecamatan di Aceh Utara Terendam Banjir, 2.242 Jiwa Terdampak

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 11 Mar 2022 01:37 WIB
2 kecamatan di Aceh Utara terendam banjir pada Kamis (10/3) pagi (Dok. BNPB)
Foto: 2 kecamatan di Aceh Utara terendam banjir pada Kamis (10/3) pagi (Dok. BNPB)
Aceh Utara -

Dua kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Utara, Aceh terendam banjir. Hujan deras yang melanda di lokasi mengakibatkan air Sungai Krueng Keureuto dan Krueng Pirak meluap.

"Banjir melanda 2 kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (10/3), sekitar pukul 07.00 WIB. Banjir terjadi setelah hujan deras melanda wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah hingga menyebabkan air Sungai Krueng Keureuto dan Krueng Pirak meluap," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (11/3/2022).

Muhari menjelaskan banjir merendam ruas-ruas jalan hingga mengalir ke pemukiman penduduk di sekitar daerah aliran sungai (DAS). Adapun dua kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Matangkuli dan Tanah Luas.

Pada Kecamatan Matangkuli, terdapat 9 gampong yang terdampak, antara lain Gampong Alue Euntok, Tumpok Barat, Hagu, Leubok Pirak, Pante Pirak, Tanjung Haji Muda, Lawang, Meuria dan Panti Mangkuli. Sementara untuk di Kecamatan Tanah Luas ada dua gampong yang terdampak banjir, yakni Gampong Serba Jaman Baroh dan Tanjung Mesjid.

Muhari membeberkan, 631 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Air diperkirakan masih bisa meninggi.

"Menurut pantauan tim reaksi cepat BPBD Aceh Utara, sedikitnya terdapat 631 unit rumah warga yang terendam banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 10 hingga 50 cm. Diperkirakan air masih dapat naik karena di sebagian lokasi masih turun hujan. Selain rumah warga, air juga menggenangi satu unit SD dan ruas-ruas jalan di dua kecamatan terdampak," tuturnya.

Lebih lanjut, Muhari menyebut ada 631 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir. Meski demikian, belum ada warga yang mengungsi.

"Terdapat 631 KK atau sekitar 2.242 jiwa terdampak banjir, namun belum ada informasi warga yang mengungsi akibat kejadian ini. Petugas masih melakukan pemantauan di lokasi banjir dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penanganan darurat," terang Muhari.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Simeulue, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Nagan Raya, Aceh Tengah, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Jaya, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Singkil, Aceh utara, dan sekitarnya pada Kamis (10/3) hingga Sabtu (12/3).

"Diharapkan bagi warga yang tinggal disekitar aliran sungai lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terlebih pada kondisi hujan. Warga dapat melakukan pengecekan secara berkala terhadap kenaikan debit air ketika hujan deras dengan intensitas tinggi terjadi. Selain itu, penting dilakukan pembersihan terhadap material yang menghambat aliran air secara berkala," imbuhnya.

(drg/drg)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT