2 Eks Pimpinan Cabang Bank DKI Segera Diadili di Kasus Kredit Macet

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 10 Mar 2022 22:55 WIB
Poster
Foto Ilustrasi Korupsi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Penyidik Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) melimpahkan tahap II tersangka dan barang bukti kasus pemberian kredit pemilikan apartemen (KPA) tunai bertahap oleh Bank DKI Cabang Pembantu Muara Angke dan Bank DKI Cabang Permata Hijau kepada PT Broadbiz Tahun 2011-2017. Dua eks pimpinan cabang Bank DKI akan segera diadili di PN Jakpus.

"Tim penyidik Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat telah melakukan penyerahan tersangka, barang bukti, dan berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit pemilikan apartemen (KPA) tunai bertahap oleh Bank DKI Cabang Pembantu Muara Angke dan Bank DKI Cabang Permata Hijau kepada PT Broadbiz Tahun 2011 sampai dengan 2017," kata Kasi Intel Kejari Jakpus Bani Imanuel Ginting dalam keterangannya, Kamis (10/3/2022).

Tersangka yang dilimpahkan ke JPU adalah mantan Kepala Cabang Pembantu Muara Angke M Taufik, mantan Kepala Cabang Permata Hijau Joko Pranoto, dan pihak swasta Roby Irwanto. JPU akan segera menyusun dakwaan untuk disidangkan.

"Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat selanjutnya akan mempersiapkan surat dakwaan serta melimpahkan berkas perkara a quo kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," ujarnya.

Adapun para tersangka ditahan kejaksaan di Rutan Salemba dan Cipinang secara terpisah. Mereka ditahan selama 20 hari.

"Terhadap Tersangka Robby Irwanto dan Tersangka M Taufik dilakukan penahanan di Rutan Kelas I Salemba Jakarta Pusat, sedangkan Tersangka Joko Pranoto dilakukan penahanan di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, masing-masing selama 20 (dua puluh) hari," tutur Bani.

Akibat kasus ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp 39.151.059.341.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat menetapkan dua pimpinan cabang Bank DKI dan Direktur Utama PT Broadbiz Asia sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kredit pemilikan apartemen (KPA) tunai bertahap oleh Bank DKI kepada PT Broadbiz tahun 2011-2017. Ketiga tersangka langsung ditahan.

"Telah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pemberian fasilitas kredit pemilikan apartemen (KPA) tunai bertahap oleh Bank DKI kepada PT Broadbiz tahun 2011-2017," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat Bima Suprayoga dalam keterangan pers tertulis, Rabu (17/11/2021).

Ketiga tersangka itu adalah Pimpinan Bank DKI cabang Pembantu Muara Angke berinisial MT, Pimpinan Bank DKI Cabang Permata Hijau berinisial JP, SE, dan Direktur Utama PT Broadbiz Asia inisial RI, SE.

"RI, SE selaku Direktur Utama PT Broadbiz Asia, MT selaku Pimpinan Bank DKI Cabang Pembantu Muara Angke, dan JP, SE selaku Pimpinan Bank DKI Cabang Permata Hijau," ungkapnya.

Bima menerangkan, pihaknya menemukan adanya penyimpangan dalam proses pemberian KPA tunai bertahap pada Bank DKI cabang Pembantu Muara Angke dan Cabang Permata Hijau. Hal itu dibuktikan dengan adanya pemalsuan data terhadap debitur dan tidak adanya jaminan yang dikucurkan oleh Bank DKI.

"Ditemukan penyimpangan dalam proses pemberian KPA tunai bertahap pada Bank DKI cabang Pembantu Muara Angke dan Bank DKI cabang Permata Hijau tersebut," ungkapnya.

Bima menuturkan hal itulah yang kemudian menyebabkan kredit KPA tunai bertahap menjadi macet. Sementara itu, pihak Bank DKI tidak mempunyai jaminan untuk pemulihan terhadap kredit yang macet itu.

"Kredit KPA Tunai Bertahap menjadi macet sedangkan pihak Bank DKI tidak mempunyai agunan untuk pem

Ketiga tersangka disangkakan melanggar Pasal Primer Pasal 2 ayat (1) Subsider Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(yld/drg)