Tarian Telanjang Merambah ke Tempat Hiburan Pekanbaru

Tarian Telanjang Merambah ke Tempat Hiburan Pekanbaru

- detikNews
Kamis, 18 Mei 2006 15:13 WIB
Pekanbaru - Provinsi Riau dikenal sebagai simbol pusat Budaya Melayu yang identik dengan budaya relijius. Meski begitu, kini tarian telanjang bisa merambah tempat hiburan karoke di provinsi ini. Mungkin dua tahun silam, yang namanya hiburan tarian telanjang (striptease) sulit ditemukan di seluruh tempat hiburan di Pekanbaru, ibu kota Riau. Namun belakangan ini, tarian telanjang sudah merambah ke tempat hiburan di kota ini. Tempat hiburan yang sering dijadikan ajang striptease adalah Riau Plaza (RP) Karoke yang masih satu gedung dengan Hotel Quality, yang berada Jl Riau, Pekanbaru. Sebenarnya RP hanya menyediakan fasilitas hiburan untuk berkaroke ria. Namun dalam aktivitas hiburan karoke itu, para pelanggan juga bisa memesan penari striptease baik lewat mucikari ataupun para pekerja di karoke. Pihak manajemen RP memang tidak memfasilitasi para penari tersebut. Pemesanan ini pun dilakukan secara khsusus lewat para pekerja di karoke atau mucikari yang berkeliaran di sana. Wanita-wanita sebagai penari telanjang itu konon didatangkan dari sebuah daerah di Sulawesi Utara. "Kalau memang membutuhkan hiburan tarian telanjang sambil berkaraoke, kita tinggal pesan saja sama mucikarinya atau para pekerja di tempat hiburan itu," kata Herman, salah seorang warga yang pernah menyaksikan tarian telanjang di RP kepada detikcom, Kamis (18/05/2006) di Pekanbaru. Herman, seorang pengusaha muda ini menceritakan, untuk menggunakan jasa penghibur tarian telanjang ini, paling murah tamu dikenakan biaya sebesar Rp 500 ribu per jam. Harga yang dipatok itu untuk membayar dua wanita penari. "Kalau kita memakai mereka lebih dari satu jam, tentulah harganya akan lebih mahal lagi. Namun dengan adanya tarian telanjang ini, tempat hiburan karoke RP ini cukup padat pengunjung dibanding tempat hiburan karoke lainnya," cerita Herman. Di dalam ruangan karoke, masih cerita Herman, penari ini memang tidak langsung bertelanjang bulat. Biasanya mereka terlebih dahulu meminta tamu untuk menyediakan pil ekstasi. Selanjutnya dengan iringin house music, satu persatu baju yang melekat di tubuh mereka, dijatuhkan ke lantai. Mereka akan terus menari sampai batas waktu yang telah ditentukan."Mereka juga bisa kita ajak kencan di tempat. Namun tentunya kita bayar lagi kepada penari itu. Apalagi sebagian ruangan karoke di sana tersedia kamar khusus. Artinya di dalam kamar karoke masih ada kamar lagi untuk ruangan berkencan," katanya. RP MembantahNamun kabar adanya penari telanjang di RP Karoke itu, dibantah pihak pengelola. Menurut Manajer RP, Daniel Purba, pihaknya sama sekali tidak menyediakan penari telanjang. "Sama sekali kami tidak pernah menyediakan kepada tamu untuk tarian telanjang. Yang kami sediakan cuma wanita sebagai teman tamu saat berkaraoke. Kalau tarian telanjang jelas tidak pernah terjadi di tempat kami," kata Daniel saat dihubungi detikcom, Kamis (18/5/2006). Daniel juga mengaku terkejut mengenai kabar tarian telanjang di tempat hiburannnya. Dia sendiri belum pernah mendengar kabar tentang aktivitas tarian telanjang dari para karyawannya."Kalau memang ada aktivitas tarian telanjang di tempat hiburan kami, tentulah akan kami laporkan ke pihak kepolisian. Jadi tidak benar kalau di tempat kami ada penari telanjang," tegas Daniel. Kapoltabes Pekanbaru, Kombes James Umboh ketika dikonfirmasi detikcom, mengaku belum mengetahui adanya akivitas tarian telanjang di tempat karoke tersebut. "Nanti anggota akan saya perintahkan untuk mengecek kebenaran itu," kata Kapoltabes. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait