Tuding Dipelintir Pers
Golkar Bantah Ancam Mega
Kamis, 18 Mei 2006 14:49 WIB
Jakarta - Wakil Sekjen Partai Golkar Priyo Budi Santoso membantah dirinya telah mengancam mantan Presiden Megawati terkait penutupan kasus Soeharto. Ia menuding pers telah memelintir pernyataannya."Tidak ada saya akan mengancam pada Megawati. Yang ada itu, jika kasus ini (Soeharto) dibuka, maka tidak menutup kemungkinan kesalahan mantan presiden yang lalu akan dicari-cari," kata Priyo dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/5/2006).Priyo menegaskan dirinya tidak pernah membuat pernyataan yang isinya mengancam Mega. Ia menyesalkan media massa melakukan pemelintiran berita. "Kalau pun memelintir jangan seperti itulah. Saya jadi tak enak hati karena sebenarnya saya tak omong itu," pinta Priyo.Meski demikian, Priyo menyatakan tidak akan menyomasi media yang memberitakan dirinya mengancam Mega. Priyo akan mengambil hikmah kasus itu dengan lebih berhati-hati dalam membuat pernyataan."Saya tidak ada niat sampai untuk menyomasi. Nggak sampai sejauh itu," ucap Ketua MKGR itu.Priyo mengaku sejak berita tentang ancaman terhadap Mega muncul, ia langsung dihujani telepon baik dari Golkar, PDIP, anggota fraksi DPR maupun media massa yang lain."Tadi pagi saya belum baca koran dan belum apa-apa saya sudah ditelepon berkali-kali. Saya jadi bingung," cerita politisi Golkar itu.Ia menyatakan akan tetap pada sikapnya meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk segera menutup kasus Soeharto. "Hukum itu harus ada kearifan, tidak seperti mesin dan harus melihat kondisi yang berkembang," tandasnya.Sebelumnya pada Rabu 17 Mei kemarin, Priyo memperingatkan para mantan presiden akan ikut terseret ke pengadilan jika kasus Soeharto tidak ditutup. Priyo menyebut nama Megawati sebagai salah satu contoh."Nanti (mantan presiden) yang lain bisa-bisa dicari-cari juga kesalahannya. Kayak Mega, misalnya, kasus Laksamana Sukardi juga bisa nyangkut ke dia," kata Priyo kemarin.
(iy/)











































