Pintu Gedung DPRD Sulsel 'Disegel', Warga Memasak di Teras

Pintu Gedung DPRD Sulsel 'Disegel', Warga Memasak di Teras

- detikNews
Kamis, 18 Mei 2006 14:43 WIB
Jakarta - Sekitar 100 warga yang digusur akibat perluasan Bandara Hasanuddin, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang didampingi mahasiswa melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Kamis (18/05/2006). Mereka 'menyegel' pintu gedung dewan dan menggelar tikar di depan teras. Aksi para warga ini sudah digelar sejak Rabu kemarin (17/05/2006). Namun, karena tuntutan mereka belum terpenuhi, para warga nekad bermalam di gedung dewan. Mereka adalah korban gusuran akibat perluasan Bandara Hasanuddin. Para warga ini menuntut DPRD Sulsel mengirimkan rekomendasi ke Departemen Perhubungan untuk menghentikan sementara rencana perluasan bandara, dengan alasan ganti rugi tanah mereka belum dibayarkan. Para warga menganggap hingga kini tanah yang dibebaskan baru sebanyak 431 hektar. Padahal, tanah yang digusur seluas 531 hektar. Sisanya 102 hektar, belum sah digusur, karena pemerintah Kabupaten Maros belum memberikan ganti rugi. "Masalah ini harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum perluasan bandara dilanjutkan," tutur Rumpa, salah seorang warga. Para pengunjuk rasa 'menyegel' pintu masuk gedung dewan, dengan menutup kedua pintu itu, dan menempeli poster bertuliskan: "gedung ini disegel hingga masalah bandara selesai". Selain melakukan 'penyegelan', warga pun menggelar tikar di teras gedung. Sebahagian pengunjuk rasa yang merupakan ibu-ibu membawa panci dan kompor minyak tanah. Di teras ini, mereka membuat sarapan pagi, dan juga memasak untuk makan siang. Akibat teras depan DPRD Sulsel 'dikuasai' oleh para pengunjuk rasa, para pegawai dan anggota dewan akhirnya harus lewat pintu samping untuk bisa berkantor. Hingga kini, para pengunjuk rasa terus melakukan orasi secara bergantian. Mereka mengancam untuk tetap berunjuk rasa sebelum DPRD Sulsel memenuhi tuntutan mereka. "Kami akan terus menduduki DPRD jika tuntutan kami belum dipenuhi," tutur Suherlin, mahasiswa yang mendampingi warga. (asy/)


Berita Terkait