Pangdam Jaya Cerita Tantang Penyebar Radikalisme: Dia Terobsesi Revolusi Iran

Wildan Noviansyah - detikNews
Kamis, 10 Mar 2022 13:20 WIB
Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto
Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto meminta semua pihak waspada terkait penyebaran radikalisme. Untung menyebut radikalisme telah menyebar hampir ke semua kalangan.

"Saya sudah sampaikan mereka masuk ke dalam semua lini, tentara saja dimasuki. Radikalisme itu ke semua arah, baik TNI-Polri, masyarakat, pesantren, wartawan, saya rasa itu ke seluruh," kata Pangdam dalam acara 'Ngopi Bareng di Aula Soedirman Makodam Jaya', Jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (10/3/2022).

Untung lantas menceritakan dirinya yang pernah hampir menjadi korban radikalisme. Dia menyebut saat itu pernah didatangi seseorang yang ingin melakukan doktrinisasi. Namun dia tidak memerinci pelaku tersebut.

"Saya termasuk korbannya, dia datang ke tempat saya, diskusi tentang agama, kemudian mulai dia menjelekkan pemerintah, kemudian dia memberikan solusinya. Kesimpulan awal bahwa pemerintah itu tidak islami," ujarnya.

"Berikutnya dia menawarkan solusi, yaitu khilafah. Setelah itu dia meminta dorongan, meminta dukungan," imbuhnya.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, dia mengatakan pelaku tersebut terobsesi dengan revolusi Islam yang ada di Iran. Untung lantas menantang orang tersebut untuk ikut pemilu.

"Saya tantang, bagaimana caramu, kamu konstitusi nggak bisa, ikut pemilu nggak mau, terus bagaimana kamu mau mendirikan Islam di sini. Rupanya dia terobsesi dengan yang dilaksanakan di Iran, revolusi Islam. Saya bilang no, karena itu akan merusak bangsa saya," kata Untung.

Terkait radikalisme yang sudah mulai menyisir berbagai kalangan, Untung mengatakan perlu dilakukan program mitigasi, khususnya pada TNI. Salah satunya melalui sosialisasi kepada setiap anggota.

"Kita harus memitigasi arah radikalisme. Oleh karena itu, TNI AD, terutama Kodam Jaya, melakukan introspeksi diri, evaluasi diri, melalui sosialisasi kepada prajurit agar tidak terkena paham radikalisasi yang mereka lancarkan," imbuh Untung.

(knv/fjp)