Wage Rudolf Soepratman: Profil dan Kontribusinya untuk Musik Indonesia

ADVERTISEMENT

Wage Rudolf Soepratman: Profil dan Kontribusinya untuk Musik Indonesia

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Rabu, 09 Mar 2022 15:26 WIB
Wage Rudolf Soepratman dikenal dengan nama WR Supratman. Beliau merupakan pencipta lagu kebangsaan negara Indonesia, yakni Indonesia Raya.
Wage Rudolf Soepratman: Profil dan Kontribusinya untuk Musik Indonesia (Foto: dok Kemdikbud)
Jakarta -

Wage Rudolf Soepratman dikenal dengan nama WR Supratman. Beliau merupakan pencipta lagu kebangsaan negara yang sering dikumandangkan saat upacara, yakni Indonesia Raya.

Wage Rudolf Soepratman juga terlibat dalam deklarasi Sumpah Pemuda bersama tokoh-tokoh nasional lainnya. Dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional 2022, mari simak profil Wage Rudolf Soepratman.

Kisah Kelahiran Wage Rudolf Soepratman

Wage Rudolf Soepratman merupakan komponis kenamaan Indonesia. Melansir dari situs Museum Sumpah Pemuda Kemdikbud, Wage Rudolf Soepratman lahir pada Jumat Wage, tanggal 19 Maret 1903 di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Tiga bulan setelah lahir, Wage Rudolf Soepratman beserta orang tuanya pindah ke Jatinegara. Sersan Jumeno Senen, Ayah Wage Rudolf Soepratman mencatatkan akta kelahiran putranya di Jatinegara, sehingga banyak yang menuliskan W.R. Supratman lahir di Jatinegara.

Jenjang Pendidikan Wage Rudolf Soepratman

Wage Rudolf Soepratman menyelesaikan pendidikannya di sekolah guru. Berikut rentang pendidikan yang dijalani oleh Wage Rudolf Soepratman:

  1. Frobelschool (Taman Kanak-kanak) di Jakarta
  2. Tweede Inlandscheschool (Sekolah Angka Dua)
  3. Lulus ujian Klein Ambtenaar Examen (KAE, ujian untuk calon pegawai)
  4. Setelah KAE, berlanjut ke Normaalschool (Sekolah Pendidikan Guru)

Kancah Wage Rudolf Soepratman di Dunia Musik

Wage Rudolf Soepratman mendapatkan hadiah sebuah biola di hari ulang tahunnya yang ke-17. Hadiah tersebut diberikan oleh kakak Iparnya W.M. Van Eldick.

Bersama Van Eldick, Wage Rudolf Soepratman mendirikan Grup Jazz Band bernama Black And White. W.R. Dia kemudian menciptakan lagu-lagu perjuangan, salah satunya lagu kebangsaan Republik Indonesia, yakni Indonesia Raya.

Wage Rudolf Soepratman Sebagai Jurnalis dan Politikus

Wage Rudolf Soepratman pindah dari Makassar ke Bandung dan memulai kariernya sebagai jurnalis. Dia mengawali kariernya di surat kabar Kaoem Moeda tahun 1924. Setahun kemudian, ia pindah ke Jakarta dan menjadi wartawan Surat Kabar Sin Po.

Sejak saat itu, Wage Rudolf Soepratman rajin menghadiri rapat-rapat organisasi pemuda dan partai politik yang diadakan di Gedung Pertemuan di Batavia. Wage Rudolf Soepratman juga terlibat dalam kongres Pemuda Kedua pada 27-28 Oktober 1928.

Kala itu, lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan dengan iringan gesekan biola Wage Rudolf Soepratman di depan seluruh peserta kongres, sebelum dibacakan Putusan Kongres Pemuda yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.

Wage Rudolf Soepratman Dimata-matai Belanda

Setelah dilaksanakan Kongres Pemuda Kedua, Wage Rudolf Soepratman tak lagi tenang sebab Belanda mengintai dirinya. Hal itu karena kata "Merdeka, Merdeka" pada lagu karangannya, Indonesia Raya. Pada tahun 1930, Pemerintah Hindia Belanda melarang rakyat Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya di hadapan umum.

Tanggal 7 Agustus 1938, Wage Rudolf Soepratman ditangkap Belanda di studio Radio NIROM (Nederlandsch Indische Radio Omroep), Jalan Embong Malang Surabaya. Alasannya karena lagu miliknya yang berjudul "Matahari Terbit" dinyanyikan oleh pandu-pandu KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia) yang dianggap sebagai wujud simpati pada Kekaisaran Jepang.

Sempat ditahan, Wage Rudolf Soepratman dilepas karena Belanda tidak dapat menemukan bukti-bukti bahwa dirinya bersimpati kepada Jepang.

Wage Rudolf Soepratman meninggal pada usia 35 tahun karena penyakit jantung. Simak halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT