Sandy Tumiwa Diperiksa Bareskrim soal 'Wayang Haram' Khalid Basalamah

ADVERTISEMENT

Sandy Tumiwa Diperiksa Bareskrim soal 'Wayang Haram' Khalid Basalamah

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 09 Mar 2022 14:27 WIB
Sandy Tumiwa
Sandy Tumiwa (Muhammad Ahsan Nurrijal/detikcom)
Jakarta -

Artis sekaligus Ketua Humas DPP Setya Kita Pancasila Sandy Tumiwa diperiksa Bareskrim Polri hari ini terkait ujaran kebencian dan penodaan budaya 'wayang haram' yang diduga dilakukan oleh Ustaz Khalid Basalamah. Sandy diperiksa sebagai saksi pelapor dalam perkara tersebut.

"Hari ini, Rabu, tanggal 9 Maret 2022, saudara Sandy Tumiwa akan datang di penyidik Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan dalam bentuk interview, yaitu berita acara wawancara sebagai pelapor," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Rabu (9/3/2022).

Dimintai konfirmasi secara terpisah, Sandy Tumiwa menerangkan dia telah datang memenuhi panggilan polisi. Pihaknya akan mengikuti proses hukum yang sedang berlangsung.

"Iya hari ini untuk pemanggilan saksi pelapor. Sama gelar awal penyelidikan dan sesuai protap," papar Sandy.

Seperti diketahui, artis sekaligus Ketua Humas DPP Setya Kita Pancasila Sandy Tumiwa melaporkan Ustaz Khalid Basalamah ke Bareskrim Polri terkait kasus ujaran kebencian dan penodaan budaya. Polri kini mengonfirmasi telah menerima pelaporan tersebut.

"Terkait laporan saudara ST (Sandy Tumiwa), Bareskrim telah menerima laporan dari saudara ST dengan laporan polisi nomor LP/B/0069/II/2022/SPKT/BARESKRIM tanggal 17 Februari 2022," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Jumat (18/2).

"Pelapor atas nama ST dan terlapor atas nama KB (Khalid Basalamah)," sambungnya.

Ramadhan menjelaskan, Khalid Basalamah diduga telah melanggar pasal yang mengatur tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

"Tentang peristiwa tindak pidana ujaran kebencian dan atau kejahatan tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Sebagaimana dimaksud Pasal 14 KUHP dan atau Pasal 15 KUHP, Pasal 16 Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis," kata Ramadhan.

Lihat juga video 'Khalid Basalamah Dipolisikan Terkait Ujaran Kebencian-Penodaan Budaya':

[Gambas:Video 20detik]



(rak/drg)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT