SBY Diminta Ingatkan Howard untuk Tidak Melukai RI Lagi
Kamis, 18 Mei 2006 10:41 WIB
Jakarta - Dalam waktu dekat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan dipertemukan dengan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard. Dalam pertemuan nanti, SBY diminta untuk mengingatkan Howard agar tidak melukai harga diri bangsa Indonesia lagi. Permintaan ini disampaikan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR RI Luthfi Hasan Ishaaq kepada detikcom, Kamis (18/5/2006). Luthfi Hasan meminta hal tersebut menanggapi hasil pertemuan Menlu Hassan Wirajuda dengan Menlu Australia Alexander Downer di Singapura yang berencana akan mempertemukan Presiden SBY dengan Howard. "Boleh saja SBY bertemu dengan John Howard, tapi harus dipastikan, ke depan, Australia tidak boleh lagi melukai harga diri bangsa Indonesia," tegas politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PKS ini. Sejarah hubungan Indonesia dengan Australia memang dinamis. Terakhir, pemerintah memanggil pulang Dubes RI untuk Australia Hamzah Thayeb, setelah negeri Kangguru itu mengabulkan permohonan visa 42 orang warga Papua yang mengajukan izin tinggal sementara di negara tersebut. Sebelumnya, hubungan kedua negara bertetangga ini juga sempat tegang karena masalah Timor Timur. Menurut Luthfi, hubungan bilateral dengan Australia yang sudah berlangsung lama, perlu dibina kedua belah pihak dengan pemahaman yang benar tentang kesetaraan dan hubungan yang bermartabat. "Australia perlu memahami bahwa prinsip hubungan luar negeri Indonesia adalah bebas aktif, artinya harus ada kesetaraan dalam hubungan kedua negara," jelas dia. Selain itu, konstitusi Indonesia juga mengamanatkan bahwa Indonesia menentang keras penjajahan di muka bumi. "Ini bermakna, hubungan yang bermartabat dalam pergaulan antarbangsa menjadi syarat yang tidak bisa ditawar-tawar," terangnya.Menanggapi pernyataan Presiden AS George W Bush yang menghargai peran Indonesia dalam perang melawan terorisme saat bertemu dengan PM Australia di Washington, DC, Selasa lalu, Luthfi yang juga Ketua Badan Penegak Disiplin Organisasi DPP PKS ini mengatakan, "Kita sangat menghargai apa yang dinyatakan Presiden Bush, sepanjang AS konsisten dalam memaknai arti terorisme itu sendiri."
(asy/)











































