ADVERTISEMENT

Trenggono: Nelayan Lokal Harus Jadi Tuan Rumah di Wilayahnya Sendiri

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 07 Mar 2022 17:33 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan implementasi kebijakan penangkapan ikan terukur dapat membangkitkan perekonomian masyarakat perikanan ke daerah
Foto: Dok. KKP
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan implementasi kebijakan penangkapan ikan terukur dapat membangkitkan perekonomian masyarakat perikanan ke daerah, khususnya masyarakat pesisir. Trenggono pun menegaskan pada kepemimpinannya ia akan membawa KKP menjadi Indonesia-sentris.

"(Penangkapan ikan) adalah haknya nelayan lokal, dia harus menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri. 20 persen dari seluruh kuota yang ada di wilayah Maluku Utara hasil perikanan menjadi hak masyarakat setempat, menggunakan sistem zonasi," ucap Trenggono dalam keterangan tertulis, Senin (7/3/2022).

Dalam sambutannya dalam acara Festival Kampung Nelayan Tomalou (FKNT) 2022, Trenggono menilai FKNT dapat menjadi momentum yang baik untuk mendukung program penangkapan ikan terukur serta program KKP yang lain seperti Bulan Cinta Laut (BCL).

Menurut Trenggono momentum tersebut akan jadi momentum yang sangat bagus karena sudah menjadi kegiatan yang turun-temurun. Ia pun yakin pemerintah pusat dan daerah dapat berkolaborasi untuk mendukung program penangkapan ikan terukur.

"Saya yakin pemerintah pusat dan daerah dapat berkolaborasi untuk mendorong inovasi, produktivitas, dan kreativitas masyarakat nelayan yang akan menghadapi perubahan tatanan ekonomi global, sekaligus mendukung program penangkapan ikan terukur dan kampanye gerakan Bulan Cinta Laut untuk melestarikan sumber daya perikanan dan kelautan," kata Trenggono.

Sebagai informasi, FKNT 2022 dibuka dengan ritual Foladomo yang melambangkan spiritualitas dan kosmologitas nelayan Tomalou yang setelahnya terdapat parade kapal nelayan tradisional.

Selama rangkaian FKNT 2022 juga disuguhkan 5 tarian asli daerah Tidore oleh anak-anak nelayan setempat, yaitu tarian Burung Bidadari, Tarian Anak Pesisir, Tarian Saloi, Tarian Susiru, dan Tarian Naro Oti.

Setelah kegiatan FKNT usai, Trenggono juga berkesempatan untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sentra Perikanan Terpadu (SPT) Tomalou yang nantinya akan menjadi pusat pendaratan serta pengelolaan hasil perikanan nelayan setempat.

Tempat itu sekaligus untuk mendukung program Kampung Nelayan Maju (Kalaju) di wilayah tersebut yang mana akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung kegiatan perikanan dari hulu hingga hilir.

Adapun fasilitas pendukungnya antara lain old storage beserta pabrik es, bak air bersih, pengisian BBM, Tempat Pelelangan Ikan, kios nelayan, sumur dan menara air, hingga dermaga.

Trenggono juga telah resmi diangkat, dikukuhkan, dan diberikan gelar kehormatan sebagai Anak Adat Kesultanan Tidore sebagai 'Syaikhu Ngolo Ma Oti' dalam bahasa Tidore yang berarti Pimpinan Armada Perikanan.

Prosesi adat Kesultanan Tidore ini berlangsung di Kedaton Kesultanan dan pengukuhan dilakukan secara langsung oleh Sultan Tidore, Husain Alting Syah. Trenggono berharap dengan amanah yang diberikan kepadanya, dia bisa membawa KKP menyejahterakan masyarakat, khususnya masyarakat perikanan melalui Penangkapan Ikan Terukur.

Selain dihadiri oleh Trenggono beserta jajarannya, dalam seluruh rangkaian kunjungan kerja tersebut turut hadir Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba; Walikota Tidore, H Ali Ibrahim; Sultan Tidore, Husain Alting Syah; serta Anggota Komisi IV DPR RI, Alien Mu

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT