Sumber Wabah Flu Burung di Sumut Berasal dari Riau

Sumber Wabah Flu Burung di Sumut Berasal dari Riau

- detikNews
Kamis, 18 Mei 2006 01:37 WIB
Medan - Setelah Sumatera Utara (Sumut) dinyatakan positif flu burung dan ditetapkan sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) flu burung, Provinsi Riau agaknya harus berhati-hati. Masalahnya, sumber virus yang merebak di Kabupaten Karo ini, diduga berasal dari pupuk yang didatangkan dari Riau. Kepala Badan Informasi dan Komunikasi (Bainfokom) Sumut Eddy Syofian mengatakan berdasarkan informasi dari Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) kepada Gubernur Sumut Rudolf Pardede, penularan virus flu itu diduga diduga dari pupuk kandang yang berasal dari Riau. "Gubernur mendapat pemberitahuan dari Menko Kesra Aburizal Bakrie bahwa penularan virus flu burung di Karo berasal dari pupuk kandang dari Riau. Di Riau ditemukan juga satu kasus suspect flu burung," kata Eddy kepada wartawan di Medan, Rabu (17/5/2006). Dalam kaitan ini, kata Eddy, gubernur sudah menyampaikan tujuh instruksi kepada para walikota dan bupati di provinsi itu. Pertama, segera melaporkan setiap kasus flu burung pada kesempatan pertama di daerah masing-masing. Kedua, tingkatkan kewaspadaan pada kasus flu berat dan radang paru yang terjadi pada pekerja ternak, pedagang unggas.Poin ketiga, mengambil specimen tenggorokan hidung dan darah untuk dikirimkan segera ke Dinkes Sumut untuk seterusnya dikirim ke Litbangkes RI. Keempat, lakukan koordinasi antara dinas kesehatan dengan dinas peternakan di wilayah masing-masing.Kelima, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sanitasi lingkungan dan keenam mengikuti informasi dari media."Gubernur juga meminta seluruh pupuk kandang yang didatangkan dari luar daerah untuk dihentikan," kata Eddy. Sejauh ini, menurut Eddy belum ditemukan sumber penularan antar manusia namun diminta agar semula kalangan tetap waspada. Sementara untuk menangani kasus flu burung ini, Sumut mengalokasikan dana Rp 100 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumjut Tahun 2006. (mar/)


Berita Terkait