Area Kilang Pertamina Terbakar Lagi, Komisi VI DPR Bakal Panggil Direksi

ADVERTISEMENT

Area Kilang Pertamina Terbakar Lagi, Komisi VI DPR Bakal Panggil Direksi

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 07 Mar 2022 16:53 WIB
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS Komisi VI, Amin Ak
Amin Ak (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Insiden kebakaran di area kilang milik PT Pertamina (Persero) terjadi di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur. Anggota Komisi VI DPR Fraksi PKS Amin Ak menyebut pihaknya segera memanggil direksi Pertamina untuk memberikan penjelasan terkait insiden itu.

"Komisi VI DPR akan segera memanggil direksi Pertamina untuk memberikan penjelasan. Hal tersebut untuk mencegah spekulasi, terutama tudingan adanya motif perburuan rente di tengah melonjaknya konsumsi BBM dan melambungnya harga BBM internasional," kata Amin Ak kepada wartawan, Minggu (7/3/2022).

Amin Ak menilai sistem keamanan kilang kinyak Pertamina harus diaudit pascakejadian itu. Hal itu untuk memastikan tingkat pengamanan area kilang sudah sesuai dengan standar pengamanan objek vital.

"Harus dilakukan audit terhadap teknologi dan sistem keamanan kilang minyak Pertamina untuk memastikan apakah sudah sesuai dengan standar pengamanan objek vital," ujarnya.

"Ini kok Pertamina seperti tidak belajar dari peristiwa serupa sebelumnya. Padahal kilang minyak merupakan fasilitas vital dan strategis dan bersentuhan dengan hajat hidup orang banyak," lanjut Amin.

Politikus PKS itu meminta pihak kepolisian menyelidiki kebakaran kilang minyak di Balikpapan. Menurutnya, penyelidikan lantas dapat menjawab berbagai spekulasi di balik kejadian kebakaran itu.

"Penyelidikan tersebut sangat penting untuk menjawab berbagai spekulasi yang muncul termasuk dugaan adanya sabotase oleh mafia migas," katanya.

Dia menyebut saat ini harga minyak dunia sedang meroket hingga US$ 130 per barel. Menurut dia, melonjaknya harga minyak hari ini akan menguntungkan para pemburu rente karena impor minyak terus naik.

"Apalagi peristiwa kebakaran kali ini terjadi di tengah meroketnya harga minyak dunia yang kemarin mencapai US$ 130 per barel. Tingginya harga minyak dunia sangat menguntungkan para pemburu rente karena volume impor minyak RI yang terus naik," ujar Amin.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT