Sekolah Jadi Pengungsian, Kegiatan Belajar Dibagi 3 Shift

Sekolah Jadi Pengungsian, Kegiatan Belajar Dibagi 3 Shift

- detikNews
Rabu, 17 Mei 2006 19:50 WIB
Sleman - Dijadikan tempat pengungsian warga lereng Gunung Merapi tidak membuat kegiatan belajar mengajar SMP Hargobinangun terhenti. Meski lebih dari separuh ruangan kelas dipakai untuk basecamp pengungsi, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Hanya, siswa masuk sekolah diatur sampai 3 shift."Saat ini ada 7 ruang kelas dipakai untuk pengungsi. Murid-murid ditampung di 2 ruang kelas, 2 laboratorium, dan 1 ruang perpustakaan. Gangguan hanya dari anak-anak kecil yang bermain-main," tutur Kepala Sekolah SMP Hargobinangun, Pakem, Sleman, J Sukanto kepada detikcom, Rabu (17/5/2006).Dengan ruangan kelas yang sangat terbatas ini, belajar mengajar siswa dibagi tiga. Pada pukul 07.00-12.00 WIB digunakan oleh siswa kelas 3 yang tengah melakukan ujian. Kelas 1 dan 2 masuk pukul 13.30-16.30 WIB. Dan terakhir, sekolah mengadakan les pada pukul 19.00-20.30 WIB."Kami tim guru tidak merasa kerepotan dengan adanya pengungsi. Kekurangan kelas jelas terjadi. Tetapi kami bisa tangani dengan membagi tiga," katanya.Sukanto menyayangkan sikap Pesiden SBY saat meninjau pengungsi di sekolahnya. Ia merasa SBY tidak seimbang, karena hanya meninjau para pengungsi saja, tetapi tidak meninjau sekolahnya."Padahal kami mengalami kendala kecil mengatasi murid-murid yang ada di sini. Seperti ruang kelas, sanitasi, dan pengungsi yang tidak sadar lingkungan," keluh Sukanto. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads