ADVERTISEMENT

PKS Kritik Keppres 1 Maret Tak Sebut Soeharto: Hanya Undang Kegaduhan

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 07 Mar 2022 10:29 WIB
Politisi PKS Sukamta.
Sukamta (Dok. fraksi.pks.id)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta mengkritik pemerintah tak menyebut nama Presiden RI ke-2 Soeharto dalam Keppres Nomor 2 Tahun 2022 terkait Serangan Umum (SU) 1 Maret 1949. Menurut Sukamta, pemerintah seharusnya menyebut semua tokoh penting yang terlibat dalam peristiwa sejarah di Yogyakarta itu.

"Kalau semangat pemerintah merajut rasa kebangsaan dalam memberikan penghargaan kepada para pejuang kemerdekaan RI, akan lebih baik disebutkan semua nama-nama tokoh penting yang terlibat dalam peristiwa bersejarah tersebut," kata Sukamta kepada wartawan, Senin (7/3/2022).

"Ada beberapa versi sejarah Serangan Umum 1 Maret, semuanya pasti menyebut nama-nama tokoh yang punya peran penting dalam peristiwa tersebut. Akan lebih baik semua disebutkan dalam keppres. Ini bentuk penghargaan yang nyata dari pemerintah. Keluarga mendiang tokoh-tokoh pejuang tentu akan merasa bahagia," lanjutnya.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI itu menyebut pemerintah sudah berulang kali mengeluarkan keputusan atau edaran yang menimbulkan polemik. Termasuk soal Keppres 2/2022 soal Serangan Umum 1 Maret.

"Sudah berulang-ulang pemerintah buat keputusan atau edaran yang hanya mengundang polemik dan kegaduhan. Belum lama ini, muncul permenaker jaminan hari tua (JHT), kemudian surat edaran soal pengeras suara masjid dan musala, dan sekarang Keppres soal Serangan Umum 1 Maret," ujar Sukamta.

"Ini ujung-ujungnya pro-kontra, ada pembelahan di tengah masyarakat, muncul saling olok-olok di media sosial. Ini jelas kontraproduktif dan menghabiskan energi bangsa di tengah upaya bangkit dari pandemi," imbuh dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meneken Keppres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara pada 24 Februari 2022. Keppres tersebut mengatur terkait Hari Penegakan Kedaulatan Negara yang jatuh pada 1 Maret.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Tantangan Debat dari Fadli Zon soal Keppres 1 Maret Dijawab Mahfud Md':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT