Bayi Caesar Lahir di Tengah Amuk Merapi
Rabu, 17 Mei 2006 19:40 WIB
Magelang - Dalam kondisi yang cukup sulit, warga Srumbung, Magelang, Siti Indaryani (21) patut berbahagia. Bagaimana tidak, di tengah amuk Merapi, dia melahirkan anak pertamanya dengan cara caesar. Siti melahirkan anaknya pada pukul 12.00 WIB, Senin (15/5) lalu, atau 6 jam setelah awan panas (wedhus gembel) yang cukup besar mengamuk. Pada saat itu, ribuan warga lereng Merapi diungsikan termasuk Siti. Ketika ditemui detikcom di Ruang Gladiol RSU Muntilan, Siti terlihat masih tergeletak di ranjang. Kondisinya cukup sehat meski terlihat lemah. Sementara anaknya yang lahir seberat 3,3 kg berada di dekatnya. "Pada saat dievakuasi, sebetulnya bayi sudah terasa mau keluar. Umurnya kan sudah 9 bulan 10 hari. Syukur semua berjalan baik," kata dia, Rabu (17/5/2006) petang. Siti mengaku belum mempersiapkan nama untuk anaknya. Pihak keluarga juga mendapat usulan nama. "Nanti saja, kalau saya sudah kembali ke rumah," imbuhnya. Di rumah sakit, Siti ditunggui kakak perempuan dan suaminya. Kakak Siti yang tak mau disebutkan namanya ini mengaku sempat khawatir akan kondisi adiknya yang sedang hamil. Apalagi saat dia mendengar berita Merapi kian kritis. "Selain Siti, ada saudara lain di Merapi yang juga hamil. Tapi sekarang ia sudah diungsikan dan belum melahirkan," kata perempuan yang nekat datang sendirian dari Wonosobo untuk menjenguk saudaranya itu. Warga Srumbung lainnya, Siti Amanah (25) yang juga dalam keadaan hamil bernasib cukup tragis. Karena harus cepat mengungsi, ia harus mengalami pendarahan. Beruntung, kehamilannya dapat dipertahankan. Kini, ia dirawat di Gladiol RSU Muntilan namun tidak sekamar dengan Siti Indaryani.
(asy/)











































