Kampus UNM Masih Dijaga Aparat Usai Bentrokan Sopir Vs Mahasiswa

Kampus UNM Masih Dijaga Aparat Usai Bentrokan Sopir Vs Mahasiswa

- detikNews
Rabu, 17 Mei 2006 18:18 WIB
Makassar - Pasca-bentrokan antara mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan para sopir pete-pete yang terjadi pada Selasa kemarin 16 Mei, kampus UNM di Parang Tambung, Jl Daeng Tata, masih dijaga oleh aparat kepolisian.Hingga kini, (17/5/2006), aparat kepolisian tampak berjaga-jaga di depan gerbang kampus.Dari pantauan detikcom, di gerbang kampus terlihat sekitar 5 aparat berseragam berjaga-jaga sekitar 20 meter dari gerbang kampus. Mereka merupakan gabungan dari Polresta Makassar Timur dan Polwiltabes Makassar.Pun di dekat gerbang, sejumlah polisi yang berpakaian sipil tampak nongkrong di dekat warung-warung pedagang kaki lima, sambil berjaga-jaga.Pengamanan ini sudah cukup longgar dibanding pagi tadi yang melibatkan sejumlah polisi militer (PM).Pagi tadi memang berlangsung pertemuan antara Kapolda Sulsel Irjen Pol Aryanto Boedihardjo, Rektor UNM Prof Idris Arief, dan mahasiswa. Mereka membahas upaya damai antara mahasiswa dengan sopir yang tawuran pada Selasa kemarin.Penembakan MahasiswaDi hadapan mahasiswa, Aryanto juga menegaskan tekadnya untuk menyelesaikan kasus penembakan mahasiswa UNM yang dilakukan oleh oknum perwira pada Sabtu 13 Mei lalu."Saya akan segera menyelesaikan kasus ini. Kalau lewat 14 hari berkasnya belum tuntas, berarti ada yang mencoba yang menghalang-halangi penegakan hukum ditegakkan," tuturnya.Tawuran mahasiswa dengan sopir adalah buntut dari protes mahasiswa terhadap penembakan salah seorang aparat kepolisian terhadap Idham, salah seorang mahasiswa UNM.Protes ini dilakukan dengan memblokade jalan depan kampusnya. Namun blokade ini malah menyulitkan sopir pete-pete yang sering lewat di jalan itu. Sopir pun berang. Mereka nekat melewati blokade jalan mahasiswa. Mahasiswa yang kalap lalu memukuli sopir.Tawuran dengan saling lempar batu pun terjadi. Akibat tawuran ini, sekitar 8 unit pete-pete mengalami kerusakan, 6 di antaranya mengalami rusak parah. (sss/)


Berita Terkait