Rawat Peninggalan Bung Karno, SBY Benahi Perpustakaan Istana
Rabu, 17 Mei 2006 18:17 WIB
Jakarta - Perpustakaan rupanya belum jadi keseharian kehidupan bangsa. Padahal perpustakaan menyediakan berbagai sumber informasi yang merupakan sarana belajar sepanjang hanyat.Untuk meningkatkan kesadaran pentingnya perpustakaan dan memperkecil kesenjangan intelektual di masyarakat, Presiden SBY dalam peringatan hari jadi ke-26 Perpustakaan Nasional, mencanangkan Gerakan Pemberdayaan Perpustakaan dan Perbukuan."Benahi kondisi seluruh perpustakaan di berbagai tempat. Pemerintah belum dapat memenuhi fasilitas perpustakaan terutama di tempat-tempat publik, karena itu sangat diharapkan partisipasi masyarakat," kata Presiden di Gedung Perpustakaan Nasional, Jl. Salemba Raya, Jakarta (17/4/2006). Salah satu ujud dari Gerakan Pemberdayaan Perpustakaan dan Perbukuan di Masyarakat adalah memperluas taman bacaan di tempat-tempat publik. Seperti stasiun KA, bandara, rumah-rumah ibadah dan pusat perbelanjaan. Di lingkungan kantor pemerintahan, juga perlu diadakan perpustakaan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas karyawannya. Sedangkan perpustakaan di lembaga pendidikan, perlu melengkapi koleksinya dengan bacaan bermutu. Perpustakaan di sekolah-sekolah yang terletak nun jauh di pelosok, perlu mendapat prioritas pembenahan. Meski tidak semua kondisinya sangat memprihatinkan bila dibandingkan dengan yang berada di perkotaan."Demikian pula perpustakaan keliling. Sekarang ada motor pintar, mungkin nanti ada perahu pintar untuk kepulauan. Pokoknya berikan kesempatan pada saudara-saudara kita di daerah terpencil untuk memperluas wawasan," sambung Presiden. Menurut Presiden, gerakan ini harus dimulai dari lingkungan sekolah. Mulai dari tingkat TK hingga menegah atas. Bila selama 10 tahun ikuti pendidikan dasar kepada para siswa ditanamkan nilai dan perilaku ke perpustakaan, maka membaca akan jadi kebiasaan dan saat dewasa kelak.Dengan bermodalkan kebiasaan membaca, maka lebih mudah bagi setiap orang untuk mengembangkan kecerdasan, wawasan pengetahuannya. Ini merupakan modal bangsa untuk membangun intellectual culture dan mengejar ketertinggalan dengan negara-negara yang sudah lebih dahulu maju. "Tapi di antara kita sendiri intellectual gap itu harus kita perkecil. Mari kita perkecil sebab intellectual gap merupakan salah satu sumber permasalahan di negara kita ini," ujar Presiden. Lebih lanjut Presiden mengatakan, pembenahan perpustakaan juga akan dilakukan di lingkungan Istana Kepresidenan. Sehingga koleksi buku peninggalan mantan Presiden Soekarno dan para penerusnya dapat dirawat dan dipelajari oleh masyarakat luas."Alangkah tidak klopnya bila Istana Kepresidenan tidak ada perpustakaannya. Padahal buku-buku peninggalan Bung Karno sangat banyak," ujar SBY disambut tawa para hadirin.Foto:SBY meninjau sebuah perpustakaan
(nrl/)










































