Menkes: Flu Burung di Karo Kasus Cluster Terbesar
Rabu, 17 Mei 2006 17:40 WIB
Jakarta - Depkes menyatakan kasus flu burung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara sebagai kasus cluster terbesar pertama yang terjadi di Indonesia. Meski demikian kasus itu belum bisa dijadikan bukti adanya penularan penyakit itu dari manusia ke manusia."Belum dapat dibuktikan adanya indikasi dari manusia ke manusia," kata Menkes Siti Fadilah Supari usai sertijab Kepala BPOM di kantor Depkes, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (17/5/2006). Menurut Laboratorium Litbang Depkes, hasil pemeriksaan terhadap 8 spesimen yang dikirim dari Karo, diketahui 5 orang positif flu burung. Empat orang adalah warga Karo, seorang lainnya adalah warga Surabaya. Meski demikian, menurut Menkes, adanya cluster besar ini belum dapat digunakan sebagai indikasi telah terjadi penularan dari manusia ke manusia. Dengan melihat tempat tinggal korban yang berdekatan, kata Menkes, para korban tertular dari satu sumber infeksi yang sama."Nampaknya masih dalam satu kelompok orang yang tertular dari satu sumber infeksi yang sama," jelas Menkes. Menkes juga mengakui Depkes hingga kini masih terus meneliti untuk mencari sumber penularan flu burung di daerah tersebut."Belum diketahui sumbernya dari mana. Tapi yang pasti adalah kemungkinan besar berasal dari unggas," tandasnya. Depkes telah mengirim sampel korban ke WHO guna memastikan dari mana sumber penularan. Selain itu juga untuk mengetahui apakah penularan antar manusia telah terjadi pada virus H5N1 itu.SurabayaSelain kasus di Medan, Menkes juga membenarkan adanya kasus flu burung di Surabaya, Jatim. Korban virus itu seorang perempuan berusia 28 tahun dengan inisial Led. Perempuan itu meninggal pada 12 Mei 2006.Menkes juga memastikan dilakukan investigasi begitu menerima laporan dari Kepala Balai Besar tekhnik Kesehatan Lingkungan (PBTKL).40 Kasus Flu Burung PositifBerdasarkan data dari hasil pemeriksaan laboratorium rujukan WHO di Hong Kong hingga 15 Mei 2006, telah terdapat 40 kasus konfirm flu burung di Indonesia. Dari jumlah kasus itu, 30 pasien di antaranya meninggal dunia.Demikian disampaikan Pusat Komunikasi Publik Depkes Lily S Sulistiyowati. Sampai saat ini, dari 40 kasus konfirm flu burung itu terbanyak terjadi di Jawa Barat (Jabar) yakni sebanyak 12 kasus. Kemudian disusul DKI Jakarta dengan 11 kasus. Lantas menyusul Banten 6 kasus, Sumatera Utara 4 kasus, Jawa Tengah 3 kasus, dan Jawa Timur 1 kasus. Saat ini Depkes masih menunggu hasil penelitian laboratorium WHO di Hong Kong terhadap 2 spasimen pasien dlu burung.
(iy/)











































