Para Janda Bentuk Organisasi

Para Janda Bentuk Organisasi

- detikNews
Rabu, 17 Mei 2006 15:48 WIB
Palembang - Mungkin kali pertamanya di Indonesia para janda membentuk sebuah organisasi. Di Palembang, Sumatera Selatan, para janda membentuk satu wadah dengan nama Persatuan Janda Sejahtera Indonesia (PJSI). Deklarasi organisasi janda ini digelar bersamaan dengan pelantikan pengurus DPD Komite Pemuda Peduli Bangsa (KPBB) Palembang di halaman Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Jalan Merdeka, Palembang, Rabu (17/5/2006). Menurut Gunawan Khoiri, Ketua DPD KPPB Palembang, pembentukan PJSI tersebut sebagai wadah untuk menampung para janda yang selama ini dinilai negatif oleh masyarakat. "Ya, mereka terkadang dinilai sebagai pekerja seks. Atau mereka dimanfaatkan oleh sejumlah pihak sebagai pekerja yang bernilai negatif seperti bekerja di kafe-kafe. Namun, tidak semua janda kan seperti itu," kata Gunawan. "Nah, mereka yang bekerja di kafe-kafe akan kita bina menjadi masyarakat yang produktif dan memiliki moral yang baik," kata Gunawan. Sementara Ketua PJSI Melly berharap melalui organisasi ini, para janda bisa menuntaskan ganjalan-ganjalan yang mereka alami selama ini. "Kami ini sebenarnya malu dan merasa dikucilkan di masyarakat. Kami berharap melalui organisasi ini kami dapat mewujudkan perbaikan hidup kami," kata dia. "Kami yakin, organisasi berjalan dengan baik. Buktinya banyak janda yang sukses membina anaknya dibandingkan para duda," kata Melly. Selain deklarasi PJSI, juga dideklarasikan organisasi Persatuan Waria Sejahtera Indonesia (PWSI) dan Persatuan Buruh Sejahtera Indonesia (PBSI). Sementara Ketua Umum Komite KPPB Ibrahim Syafei mengatakan, pembentukan Organisasi Rakyat (OR) merupakan salah satu strategi untuk memberdayakan atau mendorong profesionalitas setiap kelompok masyarakat yang memiliki keahlian tertentu. Di sisi lain, melalui OR akan dilangsungkan proses pendidikan baik yang bersifat moral maupun skill."Sebab persoalan negara ini adalah krisis kebudayaan. KPPB bercita-cita mengembalikan karakter kebudayaan Indonesia. Metodenya yakni melakukan pendidikan langsung kepada kelompok-kelompok masyarakat," kata dia. Sementara Ketua DPRD Palembang Muhammad Yansuri mengatakan metode yang dilakukan KPPB merupakan metode yang perlu didukung semua pihak. "Saya pribadi maupun sebagai pejabat negara sangat mendukung pendekatan yang dilakukan KPPB, semoga cita-cita untuk mengembalikan citra budaya Indonesia akan terwujud," harap dia. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads