Gudang Styrofoam di Cikarang Bekasi Terbakar, 1 Karyawan Luka Bakar

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Jumat, 04 Mar 2022 19:28 WIB
Sejumlah petugas pemadam kebakaran dan PMI mengamati bangunan yang rusak akibat kebakaran pabrik pengolahan limbah di Desa Cicau, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (4/3/2022). Menurut keterangan warga kebakaran tersebut diduga akibat ledakan mesin pada pukul 13.00 WIB, sementara sebanyak delapan mobil pemadam kebakaran diturunkan untuk memadamkan api. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Kabupaten Bekasi -

Gudang styrofoam atau gabus di Jalan Raya Ciracas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, terbakar. Satu karyawan gudang mengalami luka bakar.

"Tadi konfirmasi satu orang luka bakar, satu orang doang," ujar Danton 2 Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Salimi, Jumat (4/3/2022).

Salimi mengkonfirmasi korban mengalami luka bakar ringan. Korban sudah dilarikan ke rumah sakit.

"Luka bakar ringan, dilarikan ke rumah sakit," tuturnya.

Dalam video yang dilihat detikcom, Jumat (4/3/2022), terlihat hampir seluruh gudang limbah styrofoam terbakar. Asap membubung tinggi. Informasi kebakaran diterima pihak Damkar Kabupaten Bekasi pukul 13.00 WIB. Petugas damkar langsung bergegas ke lokasi setelah menerima laporan.

"(Informasi kebakaran diterima) kurang-lebih pukul 13.00 tadi, sesudah Jumatan. Sekitar 10-15 menit (damkar tiba di lokasi) setelah informasi awal," ujar Danton 2 Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi saat dimintai konfirmasi pukul 14.50 WIB.

Damkar menerjunkan 7 unit mobil pemadam dan 42 personel untuk memadamkan api. Unit Damkar berasal dari Pemda Kabupaten Bekasi dan Delta Mas.

Api cepat membesar karena di dalam gudang banyak limbah styrofoam yang mudah terbakar. Kini Damkar masih kesulitan mencari sumber air.

"Api belum padam, sementara masih masa pendinginan. Sekarang kesulitannya sumber air," ucap Salimi.

Belum bisa dipastikan ada-tidaknya korban akibat kebakaran ini. Informasi yang diterima pihak damkar, pegawai gudang sudah dievakuasi.

"Sementara kita masih sibuk memadamkan. Jadi kita belum ketahuan (ada atau tidak korban) belum minta data ini. Api masih besar itu," ucapnya.

(aik/aik)