Iqbal Sempat Ditolak Naik Pesawat

Tragedi Peluru Nyasar

Iqbal Sempat Ditolak Naik Pesawat

- detikNews
Rabu, 17 Mei 2006 15:09 WIB
Jakarta - Kepiluan seolah-olah menumpuk pada balita yang tak bersalah, Iqbal. Setelah kepalanya tertembak peluru nyasar, untuk mengobatinya pun perlu kerja keras. Bahkan ada maskapai penerbangan yang menolak mengangkutnya.Misalnya saja saat hendak pergi ke Jakarta dari Samarinda -- setelah dirawat di RS setempat -- keluarga Iqbal ketinggalan pesawat. Akhirnya diputuskan untuk mempercepat keberangkatan anaknya,keluarga tidak membawa Iqbal ke rumah sakit lagi, namun ke rumah nenek Iqbal di Balikpapan (Kaltim) dengan pertolongan seadanya dari perawat RS Wahab Samarinda yang menyertai keluarga ini.Pada 10 Mei, Iqbal direncanakan berangkat menuju Jakarta dengan pesawat Lion Air. Namun untuk kedua kalinya nasib mujur belum menghampiri keluarga Wijiono. Keluarga ditolak karena kondisi Iqbal yang tidak bisa duduk, tapi harus berbaring.Lion Air menolak menerbangkan keluarga Iqbal dengan alasan fasilitas untuk pasien tidak ada.Akhirnya dengan bantuan perusahaan tempat Wijiono bekerja, Iqbal dibawa ke Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.Di rumah sakit ini, Iqbal dirontgen lagi dan diketahui ada pergeseran proyektil peluru yang sudah mendekati batang otak.Namun lagi-lagi karena tidak sanggup, RS Pertamina merujuk ke RSPAD Gatot Soebroto. Saat itu kondisi korban sudah semakin memburuk. Tangan dan kaki kirinya lumpuh, sedangkan mata kanan dan bibir kanan sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.Pada 11 Mei, keluarga Iqbal bersama satu dokter dan perawat akhirnya terbang ke Jakarta dengan pesawat Garuda.Sampai di Jakarta, Iqbal langsung dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto dengan ambulans dari Garuda. Namun di RSPAD, Iqbal belum bisa langsung dioperasi karena kondisinya yang semakin tidak stabil.Akhirnya pada 12 Mei disampaikan operasi bisa dilaksanakan pada 13 Mei. Pada 13 Mei, tim dokter melakukan operasi selama 7 jam. Sayangnya, tim dokter belum berhasil mengambil proyektil tersebut, karena proyektil sudah mendekati batang otak. Dokter khawatir jika operasi dilakukan akan merusak susunan syaraf anak tersebut, sehingga mengakibatkan kondisinya semakin parah. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads