ADVERTISEMENT

Bareskrim Surati Pengadilan untuk Sita Aset Indra Kenz

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Jumat, 04 Mar 2022 14:24 WIB
Indra Kenz memenuhi panggilan Bareskrim Polri terkait investasi bodong aplikasi Binomo. Indra Kenz datang tidak lama setelah diumumkan menjadi tersangka.
Indra Kenz (kiri). (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri mengirimkan surat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPTAK) terkait aset tersangka kasus Binomo, Indra Kenz. Surat tersebut terkait keperluan penyitaan.

"Penyidik sudah mengirimkan surat ke BPN, kemudian PPATK," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko saat jumpa pers virtual, Jumat (4/3/2022).

Gatot menyebut Bareskrim juga telah berkirim surat ke Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) serta pengadilan untuk penyitaan aset milik Indra Kenz.

"Dan Korlantas serta ke pengadilan guna persetujuan penyitaan," terang Gatot.

Rumah-Kendaraan Indra Kenz Akan Disita

Sebelumnya, Bareskrim telah memblokir empat rekening tersangka kasus Binomo, Indra Kenz. Selanjutnya, polisi bakal menyita aset Indra Kenz, seperti rumah dan kendaraan.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan penyitaan aset tidak bergerak Indra Kenz, seperti rumah, baru bisa dilakukan jika ada keputusan dari pengadilan. Pihaknya juga bekerja sama dengan PPATK untuk melacak aliran dana Indra terkait Binomo.

"Nanti kita bersama teman-teman PPATK untuk mengungkap transaksinya, tapi kita kan harus hati-hati ini, barang bukti itu keterkaitan tidak, seperti mobil, mobil beli di mana, uangnya di mana, rumah, rumah itu harus izin dulu penetapan," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan kepada wartawan, Selasa (3/1).

(rak/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT