Nutrisi Soeharto Belum Penuhi Target, Kondisinya Masih Lemah
Rabu, 17 Mei 2006 11:35 WIB
Jakarta - Memasuki hari ke-10 dirawat di RS Pusat Pertamina, kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto masih lemah. Masukan nutrisi penguasa Orde Baru ini belum memenuhi target yang diinginkan dokter. Dari 2.000 kalori yang ditargetkan, baru terserap 1.000 kalori."Target masukan nutrisi belum tercapai karena fungsi saluran cerna masih lemah. Yang masuk hanya 1.000 kalori," kata anggota tim dokter kepresidenan Dr Djoko Rahardjo dalam konferensi pers di RSPP, Jalan Kiai Mojo, Jakarta Selatan, Rabu (17/5/2006).Ditambahkan Djoko, sistem pemberian obat pengencer darah juga masih dihentikan untuk menghindari terjadinya pendarahan di saluran cerna."Ya kita hentikan meski dengan risiko. Kita ini bergerak dalam ruang yang sangat sempit, diberi pengencer darah menyebabkan pendarahan saluran cerna. Tapi dihentikan bisa menyebabkan penggumpalan darah yang memungkinkan Pak Harto stroke lagi," katanya.Kondisi secara umum, Soeharto dalam keadaan sadar penuh namun lemah. Kadar hemoglobin pagi ini 9,3 gram persen, belum mencapai target yang diharapkan yakni 11 gram persen. Perbaikan fungsi pencernakan masih lambat sehingga makanan nutrisi melalui saluran cerna belum mencukupi. Fungsi ginjal masih terganggu, masa kritis belum berlalu.Meski kadar hemoglobin belum mencapai target, namun hari ini Soeharto tidak ada rencana untuk transfusi darah. "Tapi kita lihat perkembangannya," ujar Djoko.
(jon/)











































