Ribut-ribut Novanto Vs Nurhadi soal Kulo Nuwun di Balik Jeruji

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 02 Mar 2022 23:02 WIB
Terpidana korupsi proyek e-KTP Setya Novanto mengajukan peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang perdana digelar hari ini, Rabu (28/8/2019.
Setya Novanto (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Lama tidak terdengar kabarnya, Setya Novanto kembali membuat ulah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Kali ini, bukan karena sel mewah ataupun membawa handphone di dalam lapas, tetapi karena perselisihan.

Perselisihan Novanto ini menyeret nama mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Keduanya dikabarkan berselisih di dalam lapas.

Ditjen Pemasyarakatan melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Rika Apriyanti membenarkan kabar perselisihan antara Novanto dengan Nurhadi itu. Rika mengatakan kejadian itu sudah lama sekitar sebulan lalu.

Duduk perkara Novanto Vs Nurhadi

Kalapas Sukamiskin Elly Yuzar pun menceritakan duduk perkara perselisihan ini. Berawal ketika Nurhadi dieskekusi ke lapas Sukamiskin, Nurhadi, kata Elly disebut bukan sosok yang melakukan basa-basi untuk sekedar menyapa alias 'kulo nuwun' ke penghuni lapas lama, salah satunya adalah Setya Novanto.

"Pak Nurhadi tidak sama seperti (narapidana) yang sebelumnya, sebelumnya itu kan betul-betul disamperin, hormat segala macam," ujar Elly kepada detikcom, Rabu (2/3).

Karena sikap Nurhadi itu, sejumlah tahanan termasuk Setya Novanto menilai Nurhadi adalah orang yang tidak sopan. Di situlah titik perselisihan mereka, hanya sebatas Nurhadi tidak 'kulo nuwun' dengan Novanto.

Elly menuturkan Setya Novanto adalah orang lama di Lapas Sukamiskin. Penghuni lapas juga banyak yang segan dengan Novanto karena jabatan dan status sosial Novanto yang tinggi.

"Pak Setya Novanto kan orang lama di sini, dengan jabatannya itu artinya orang banyak segan lah kan gitu, kadang-kadang power syndrome belum hilang, rasa arogan tinggi juga kan," tutur Elly.

Sikap Novanto yang merasa tidak dihormati dan Nurhadi yang terkesan cuek itu, kata Elly, dibuat panas oleh orang sekitar mereka di lapas.

"Pak Nurhadi kan biasa-biasa saja dia, dengan biasa-biasa aja dianggap kurang sopan, dianggap tidak sopan, 'orang baru kok nggak sopan' gitu, sehingga yang lain tuh pada manas-manasin lah," ucap Elly.

Nurhadi yang dianggap 'tidak sopan' karena tidak permisi-permisi ke Novanto itu akhirnya menjauh dari kelompok Novanto di lapas. Nurhadi merasa tidak nyaman dengan penilaian tidak sopan oleh Novanto Cs di lapas.

"Mereka berdua sih tidak ada masalah. Anggaplah tanda kutip grup, orang dekat di situ ada anggota-anggota, teman-teman Pak Setya Novanto, ada gruupnya lah dibilang (Nurhadi) nggak sopan segala macam, sudah selesai," katanya.

Namun, Nurhadi tidak sendiri. Dia ditemani oleh seseorang bernama Amiril. Menurut Elly, Amiril ini pernah berada di sel yang sama dengan Nurhadi sehingga keduanya menjadi dekat.

Amiril ini lebih dulu masuk ke lapas Sukamiskin dibanding Nurhadi, sehingga sebelum Nurhadi masuk ke Sukamiskin, Amiril sudah bergabung ke grup Novanto Cs di lapas.

Kembali ke Nurhadi, ketika Nurhadi dianggap tidak sopan dia lebih memilih menjauhi Novanto Cs. Ternyata sikap menjauh Nurhadi ini diikuti oleh Amiril.

"Begitu lihat Nurhadi tarik mundur, dia (Amiril) pun ikut mundur, dianggap khianat lah segala macam 'dulu dia duduk sama kita, begitu ada Nurhadi dia menjauh sama kita'," tutur Elly menirukan percakapan grup Novanto kala itu.

Perkelahian Keponakan Novanto dan Rekan Nurhadi di Sel

Elly menegaskan perselisihan antara Novanto dan Nurhadi hanya sebatas itu saja dan tidak lebih. Hingga akhirnya terjadi peristiwa pemukulan yang dilakukan keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dengan Amiril.

"Singkat cerita Amiril ini ditonjok, bukan kelahi ya. Amiril ini ditonjok, sehingga orang menghubung-hubungkan antara Nurhadi dengan Setya Novanto, dihubungkan seolah kubu," katanya.

Elly tidak menjelaskan rinci apa penyebab perkelahian antara Amiril dengan Irvanto. Meski begitu, Elly menegaskan perkelahian kedua orang 'kubu' Novanto dan Nurhadi ini tidak berkaitan dengan perselisihan Novanto vs Nurhadi.

"Mereka tidak ada kaitan sama sekali (dengan perselisihan Novanto dan Nurhadi)," tegasnya.

Saat ini masalah Irvanto dan Amiril juga sudah selesai. Keduanya menandatangani perjanjian damai.

Baik Nurhadi dan Novanto juga tidak ada yang terlibat dengan pemukulan. Elly menegaskan masalah mereka hanya perihal 'kulo nuwun' saja.

"Iya itu saja (masalah kulo nuwun), dianggap tidak sopan, Nurhadi dianggap tidak sopan," katanya.

Novanto Minta Maaf

Terkait perkelahian Amiril dan Irvanto, Elly menyebut Novanto marah saat itu. Novanto disebut memaki Irvanto.

"Begitu kejadian marah lah Setya Novanto ke keponakannya, kata Novanto 'lu malu-maluin gua aja'," tuturnya.

Novanto pun disebut meminta maaf ke Elly sebagai Kalapas atas perkelahian keponakannya itu. Elly menyebut Irvanto dan Amiril juga sudah berdamai.

"Novanto juga meminta maaf ke saya atas kelakuan keponakannya itu," tutur Elly.

(zap/isa)