Dikawal Dua Pemuda, Mbah Marijan Dekati Puncak Merapi
Rabu, 17 Mei 2006 10:29 WIB
Sleman - Juru kunci Gunung Merapi Raden Ngabehi Surakso Hargo atau sering dipanggil Mbah Marijan sejak Selasa kemarin mendaki Gunung Merapi. Namun hingga Rabu (17/5/2006) pagi ini sesepuh yang dihormati warga Kinahrejo ini belum turun. Belum diketahui apa yang dilakukan Mbah Marijan di lereng Merapi.Informasi yang dikumpulkan detikcom dari sejumlah tim SAR yang mengunjungi rumahnya tadi pagi, kepergian Mbah Marijan didampingi dua orang, yakni Tonden dan Irsan. Ketiga orang ini berangkat Selasa (16/5/2006), sekitar pukul 08.00 WIB."Mbah Marijan pergi ke Pos II Merapi. Di lokasi ini sering digunakan untuk labuhan keraton," kata Iskandar, salah seorang anggota Tim SAR Yogyakarta usai menengok ke rumah Mbah Marijan.Sampai Rabu pagi sekitar pukul 04.00 WIB, tiga orang yang mendaki Gunung Merapi ini belum kembali ke Dusun Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, yang merupakan kediaman Mbah Marijan.Kepergian Mbah Marijan ini menimbulkan banyak pertanyaan mengingat situasi Merapi dinyatakan dilarang untuk didaki sejak status Merapi masih berstatus Siaga. Apalagi sekarang, statusnya sudah menjadi Awas.Namun kerabat dan rekan-rekan Mbah Marijan mengaku tidak khawatir, sebab Mbah Marijan sudah mengetahui betul seluk-beluk Merapi terutama jalur pendakian selatan. Pos II Merapi terletak di jalur pendakian menuju puncak Gunung Merapi. Untuk menuju ke pos II membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari desa terakhir, yakni Desa Kinahrejo. Di tempat yang agak lapang ini para pendaki biasa istirahat untuk melepaskan lelah. Selain itu, lokasi ini sering digunakan untuk labuhan jika Kraton Ngayogyakarto Hadingrat menggelar hajat labuhan.
(jon/)











































