BOR Isolasi RS Rujukan Corona di DKI Turun Jadi 37%, ICU Naik Jadi 46%

ADVERTISEMENT

BOR Isolasi RS Rujukan Corona di DKI Turun Jadi 37%, ICU Naik Jadi 46%

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 02 Mar 2022 19:04 WIB
Petugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). Pemerintah menyiapkan 2.500 kamar tidur di tower enam dan tujuh Wisma Atlet yang digunakan sebagai RS Darurat Covid-19 untuk penanganan pasien Covid-19. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Ilustrasi RS Rujukan COVID-19 di Jakarta (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta melaporkan bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 mengalami penurunan. Kini, BOR untuk isolasi pasien COVID-19 di Jakarta terisi sebesar 37%.

"BOR sudah menurun, sudah 37 persen. Dari 6.782 terpakai 2.478, jadi 37 persen," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Rabu (2/3/2022).

Sedangkan keterisian ICU mengalami peningkatan menjadi 46%. Adapun sebanyak 434 dari 953 tempat tidur ICU yang disiapkan telah terisi pasien COVID-19.

"ICU dari 953 terpasang, terpakai 434. Jadi 46 persen," ujar Riza.

Riza juga melaporkan jumlah kasus positif Omicron di Ibu Kota mencapai 4.823 orang. Meski begitu, pihaknya belum mengindikasi adanya kenaikan kasus pasca-libur panjang Isra Mi'raj beberapa waktu lalu.

"Belum kelihatan (kenaikan kasus). Nanti beberapa hari ke depan baru kelihatan, seminggu ke depan lah, tapi mudah-mudahan tidak ada peningkatan," ucapnya.

Pada Senin (28/2) lalu, Riza melaporkan keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19. Saat itu, BOR isolasi mencapai 40 persen. Sedangkan untuk ICU 45%.

"BOR itu sudah mencapai 40 persen dari 6.837 terpakai 2.705," kata Ahmad Riza Patria di SMP Hang Tuah 3, Jakarta Utara, Senin (28/2).

"ICU dari 943 terpasang (bed) terpakai 428, sudah 45 persen. Jadi BOR-nya 40 persen, ICU 45 persen. Ini ada peningkatan ya," tambahnya.

(taa/fas)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT