'Kemah' di Pengungsian, Menteri Tidur di Veldbed
Rabu, 17 Mei 2006 03:58 WIB
Magelang - Lapangan Dusun Gowok, Desa Dukun, Kec. Dukun, Kab. Magelang, jadi 'bumi perkemahan' bagi presiden dan pejabatnya, Selasa (16/5/2006) malam. Presiden tidur di tenda dengan springbed dan para menteri tidur di veldbed atau kasur ala tentara.Para menteri yang harus rela tidur ala tentara itu adalah Menko Kesra Abu Rizal Bakrie, Mensos Bachtiar Chamsah, dan Menkes Siti Fadilah Supari. Pejabat lain yang bernasib serupa diantaranya Kapolri Jend Sutanto, Seskab Sudi Silalahi, Sekretaris Militer Mayjend TNI Bambang Sutedjo, Kepala Rumah Tangga Kepresidenan Ahmad Rusdi, Staf Ahli Yenny Wahid, Jubir Andi Malaranggeng, dan Dino Patti Jalal.Tenda pertama yang berada paling dekat dengan tenda presiden ditempati sekitar 12 kaum hawa. Selain Menkes Siti Fadilah Supari dan Yenny Wahid, tempat itu juga akan diisi istri menteri dan pejabat pemerintah setempat. Tenda II ditempati kaum laki-laki. Meski tidur di tempat yang tak seperti biasanya, para menteri dan pejabat tinggi itu tampak menikmati. Abu Rizal atau Ical, menanggalkan jasnya dan hanya mengenakan kaos putih polos begitu acara resmi usai.Begitu pula dengan Kapolri Jend Sutanto. Pucuk pimpinan kepolisian itu terlihat sangat santai meski tetap memakai pakainan resmi. Ia bercanda dengan beberapa pejabat dan wartawan. Bahkan ia sempat mencoba memotret beberapa orang dengan kamera pinjaman seorang fotografer.Pertama, Sutanto memotret Yenny Wahid. Ketika hasilnya ditunjukkan, orang-orang yang berkerumun di sekitarnya, memberi pujian. "Wee, bagus. Sumpah, bagus lho," kata mereka.Setelah itu, Sutanto memotret Ical dan istri. Kali ini hasilnya lain. Ketika Ical mau melihat hasilnya, Sutanto bilang, "Lagi-lagi. Ini hasilnya kurang bagus," katanya sambil mengatur posisi Ical dan istri."Wah, Kapolri begitu ya. Kalau saya yang dipotret hasil dijelek-jelekin," kata Ical setelah melihat hasil jepretan Sutanto yang tak memuaskannya.Penjagaan di sekitar 'tempat penginapan' presiden dan pejabatnya sangat ketat. Puluhan aparat dari kepolisian dan TNI bersenjata lengkap berjaga penuh. Setiap orang yang hendak masuk lapangan harus diperiksa dengan metal detector dan CCTV.
(ary/)











































