Virus Flu Burung, Pelaku Usaha Wisata Sumut Resah
Rabu, 17 Mei 2006 00:05 WIB
Medan - Menyusul tewasnya enam korban yang diduga suspect flu burung di Kabupaten Karo, kalangan pelaku usaha bidang kepariwisataan di Sumatera Utara (Sumut) mengaku mulai resah. Masalah ini dinilai berpotensi menganggu iklim pariwisata di provinsi itu yang mulai membaik belakangan. "Jika masalah ini tidak ditangani dengan serius oleh pemerintah, pariwisata di Sumatera Utara, bisa-bisa akan anjlok kembali. Wabah ataupun berjangkitnya virus seperti flu burung dan SARS akan sangat mempengaruhi kunjungan wisatawan, terutama mancanegara," kata Managing Director Hotel Garuda Plaza Medan Hendra Arbie di kantornya Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (16/5/2006). Menurut Hendra, kegelisahan serupa juga kerap disampaikan beberapa pelaku wisata launnya. Umumnya mereka khawatir berbagai event internasional maupun nasional yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Sumut akan kurang pengunjung karena masalah ini. "Membangun kembali iklim pariwisata yang kodusif di Sumatera Utara seperti sekarang ini, membutuhkan kerja keras banyak kalangan. Sedikit masalah yang sensitif seperti flu burung ini, akan membuyarkan semuanya," tukas Hendra Arbie. Dalam kaitan ini, kata Hendra, pihaknya melihat langkah yang diambil pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sudah relatif taktis. Hanya saja, yang terpenting sebenarnya upaya pencegahan dini harus dilakukan. Bukan menangani setelah ada kasus, tetapi mencegah sebelum terjadi. Seperti diberitakan, Sumut dihebohkan dengan meninggalnya enam warga Desa Kubu Simbelang, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Tanah Karo yang diduga terjangkit virus flu burung. Saat ini dua pasien, yang masih satu keluarga dengan enam korban tewas itu, masih dirawat di rumah sakit.
(ary/)











































